Semarang Jadi Perencana Pembangunan Terbaik Tingkat Kota

Semarang Jadi Perencana Pembangunan Terbaik Tingkat Kota
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika mengikuti telekonferensi Musrenbangnas 2020, Kamis (30/4/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 1 Mei 2020 | 08:25 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Semarang berhasil dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020.

Musrenbangnas tersebut membahas terkait perencanaan pembangunan nasional di tengah tekanan pandemi virus corona (Covid-19). Pada kesempatan tersebut, pemerintah pusat melalui Bappenas juga mengapresiasi sejumlah daerah dalam melakukan perencanaan pembangunan.

Di tingkat kota, Semarang disebut sebagai yang terbaik, menyusul Kota Yogyakarta, dan Kota Padang. Sedangkan di tingkat provinsi, Jawa Tengah juga disebutkan sebagai yang terbaik, menyusul Bengkulu, dan Jawa Timur.

Dinobatkannya Semarang sebagai kota terbaik mempertimbangkan beberapa point. Di antaranya adalah adanya perencanaan secara digital seperti e-budgeting, e-procurement dan e-planning, tingkat keterbukaan informasi publik, pendekatan bottom up dan interaksi sosial.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini apresiasi ini dapat menjadi penyemangat seluruh pihak di kota yang dipimpinnya untuk bangkit di tengah krisis corona yang berdampak pada berbagai sektor.

“Semoga ini bisa menjadi penyemangat kita seluruh warga Kota Semarang untuk terus bergerak bersama,” ujar Wali Kota Hendi singkat di Semarang, Kamis (30/4/2020).

RKP 2021 Fokus Pada Pemulihan Sosial Ekonomi

 

Adapun Musrenbangnas ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diikuti oleh jajaran menteri dan perwakilan pemerintah daerah. Musyawarah melalui telekonferensi ini diselenggarakan untuk membahas Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) di tahun 2021.

Baca: Jokowi Optimistis 2021, Tahun Pemulihan dari Bencana Nasional Covid-19

Menurut Jokowi, pandemi virus corona menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan Indonesia di berbagai bidang.

“Situasi pandemi ini memberikan kita kesempatan untuk melihat lagi apa yang perlu kita perbaiki, reform dan yang segera harus dipulihkan. Dalam soal reform di masa pandemi ini, kita harus melihat seberapa kuat ketahanan sosial kita, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan seberapa besar ketergantungan kita pada negara lain,” tegas Jokowi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, RKP 2021 ditunjukkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial pasca pandemi virus corona.

"Dengan memahami situasi tersebut, rencana kerja pemerintah diarahhkan untuk pemulihan sosial ekonomi guna mengejar target RPJMN 2020-2024," ungkap Suharso.

Disebutkan oleh Suharso, fokus pembangunan dalam RKP 2021 adalah pemulihan industri, pariwisata dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem jaring pengaman sosial dan reformasi sistem ketahanan bencana.



Sumber: BeritaSatu.com