Rob di Sayung, Ganjar Minta Proyek Pengerjaan Saluran Dikebut

Rob di Sayung, Ganjar Minta Proyek Pengerjaan Saluran Dikebut
Gubernur Ganjar Pranowo memantau penanganan banjir rob di Jalan Pantura, kawasan Sayung, di Demak, Sabtu (16/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 17 Mei 2020 | 06:11 WIB

Demak, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali memantau penanganan banjir air laut pasang atau rob di Jalur Pantura, kawasan Sayung, di Demak.

Setibanya di lokasi, Ganjar meminta agar proyek peninggian saluran air dapat dikerjakan kurang dari lima hari. Pasalnya, semakin lama proses pengerjaan saluran, kemacetan di ruas jalan tersebut akan semakin parah.

"Tadi disampaikan lima hari selesai. Enggak bisa, itu terlalu lama. Saya minta personelnya ditambah agar lebih cepat. Kalau kemarin, saya hanya lihat 3-4 pekerja, ya enggak bisa. Karena kondisi seperti ini, [pengerjaannya] harus cepat. Ini sudah terlalu lama macetnya," ungkap Ganjar di Demak, Sabtu (16/5/2020).

Kepala Dinas Pusdataru Jateng Eko Yunianto mengatakan pihaknya tengah mengerjakan pembuatan tanggul darurat di Kali Meong, Kampung Sri Wulan.

Mobil pompa portabel, ungkap Eko, telah siaga di lokasi tersebut untuk mempercepat penanganan air rob.

"Jadi, [yang] kami lakukan istilahnya isolasi agar air laut tidak terkoneksi dengan darat. Upayanya ditanggul dan dipompa. Tadi malam, [air] sudah kami sedot tetapi belum optimal karena tanggul belum selesai," jelas Eko.

"Kami kebut [pengerjaan tanggul] ini. Jika sudah, langsung kami sedot. Kami menggunakan mobil portabel yang di dalamnya terdapat dua mesin pompa," imbuhnya.

Di saat yang sama, Gubernur Ganjar meminta semua pihak memperhatikan siklus rob. Prediksi siklus ini dapat dipantau di berbagai aplikasi, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi.

"Misalnya, sekararang ini rob diprediksikan akan tinggi pada April hingga Mei. Untuk hari ini misalnya, jam 16.00 WIB, banjir rob akan naik. Maka dengan itu, bisa digunakan referensi untuk tambah personil dari kepolisian atau Dishub dalam pengaturan lalu lintasnya. Kalau perlu, libatkan Satpol PP," tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kemacetan masih terjadi di sepanjang jalur walaupun tidak seburuk di hari-hari sebelumnya. Petugas lalu lintas dari Satlantas Polres Demak dan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng telah siaga di lokasi untuk mengurai kemacetan.

"Saya titip dijaga ya. Kalau macet panjang, dilakukan contra flow agar bisa terurai. Kalau tidak ada petugas jaga, pasti macetnya akan mengular," pesan Ganjar kepada Kasatlantas Polres Demak, AKP Nyi Ayu Fitria.

Sebagai informasi, banjir rob ini sudah mulai menerjang kawasan Sayung sejak 10 Mei lalu.



Sumber: BeritaSatu.com