Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Protokol Covid-19

Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Protokol Covid-19
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kelengkapan dokumen penumpang yang akan berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (16/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 17 Mei 2020 | 06:54 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Dengan dibukanya jalur transportasi bagi penumpang khusus, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan peninjauan protokol kesehatan Covid-19 di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Berdasarkan pantauannya, petugas bandara telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Saya lihat sudah disiapkan. Protokol kesehatannya sudah cukup ketat. Ada pengecekan suhu tubuh, pengecekan persyaratan dan sebagainya. Dari sisi penerbangan, tidak ada lonjakan berarti. Mudah-mudahan ini bisa mengontrol semuanya," ungkap Ganjar di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (16/5/2020).

Kondisi bandara hingga saat ini belum ramai. Puluhan toko dan restoran di bandara juga masih tutup.

Baca: Erick Thohir Apresiasi Penerapan Pembatasan Perjalanan di Bandara Ahmad Yani

Untuk mencegah kerumunan, lantai pada terminal keberangkatan sudah dilengkapi garis-garis antrean. Di samping kiri dan kanan, sudah ada penyekat antar calon penumpang yang mengarahkan mereka pada mesin pengecek suhu otomatis.

Usai dicek suhu tubuhnya, penumpang kemudian akan diarahkan ke ruang tunggu pemeriksaan berkas. Di sini, penumpang akan ditentukan apakah boleh naik pesawat atau harus terpaksa pulang karena persyaratan yang tidak lengkap.

Baca: Kemhub: Mudik Tetap Dilarang Tanpa Pengecualian

Adapun berkas-berkas yang dibutuhkan berupa identitas diri KTP,  surat tugas, hasil tes negatif Covid-19 dan lain sebagainya.

"Ini keren ya. Jadi, saat penumpang masuk sudah terdeteksi suhu tubuhnya. Ada jarak yang diatur dan setelah itu, dicek persyaratannya di sini. Saya minta protokol kesehatannya benar-benar diterapkan baik itu di kedatangan maupun keberangkatan," jelas Ganjar.

Pada kunjungannya, Ganjar sempat berbincang-bincang dengan tiga calon penumpang yang hendak ke Jepang untuk urusan pekerjaan. Ketika dicek, ketiga penumpang tersebut telah memenuhi seluruh persyaratannya.

"Sudah semua, Pak. Sudah sesuai aturan pemerintah," ungkap salah satu calon penumpang, Kuswanto. 

Lebih lanjut, Ganjar meminta petugas bandara untuk tetap mempertahankan pengetatan protokol kesehatan.

"Mereka sudah tahu semuanya, termasuk informasi berapa penumpang yang ada, dari mana saja termasuk para pekerja migran kita dari luar negeri. Checking sudah dilakukan dan para penumpang yang mau mendarat di tempat asal sudah dilakukan pemeriksaan. Jadi, saat mendarat di sini, tinggal cek ulang saja. Mudah-mudahan semua aman," pungkas Ganjar.

Menurut petugas bandara Dalimin, saat ini hanya terdapat satu kali penerbangan dalam satu hari. Pesawat Garuda tiba pukul 17.00 WIB yang kemudian kembali berangkat membawa penumpang dari Semarang menuju Jakarta.

"Selama ini memang sehari sekali penerbangan di sini. Penumpangnya juga tidak banyak, bahkan kalau yang berangkat dari sini ke Jakarta sedikit. Kemarin hanya 15 penumpang," terangnya kepada Ganjar.

Baca: Bandara Ahmad Yani Siapkan Karantina untuk Ribuan TKI Mudik

Dalam waktu dekat, Bandara Internasional Ahmad Yani juga akan melayani penerbangan dari luar negeri. Nantinya, penerbangan itu akan digunakan para Pekerja Migran Indonesia dari berbagai negara.

"Di pintu kedatangan internasional, juga sudah kami siapkan protokol kesehatan bagi penumpang yang turun," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com