Bertemu Erick Thohir, Ganjar Bahas Pemulihan UKM Pasca-Covid-19

Bertemu Erick Thohir, Ganjar Bahas Pemulihan UKM Pasca-Covid-19
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Semarang, Sabtu (16/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 17 Mei 2020 | 07:44 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pemulihan usaha kecil dan menengah (UKM) pasca pandemi corona membutuhkan dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya perbankan.

Hal ini disampaikan Ganjar ketika bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir di rumah dinasnya, Semarang, Sabtu (16/5/2020).

Sebelumnya, Gubernur Ganjar telah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng tahun 2021 sebagai APBD Pertolongan. APBD ini difokuskan untuk memulihkan kembali aktivitas perekonomian khususnya UKM yang terkena dampak Covid-19.

Baca: Jateng Fokuskan Recovery UMKM dan Pariwisata

Meski demikian, pihaknya masih mengalami kesulitan terkait permodalannya.

"Kami sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk keperluan pelatihan dan kerjasama lainnya. Tapi, kami masih kesulitan soal permodalan. Maka, dalam kesempatan ini, kami berharap ada perusahaan-perusahaan BUMN yang bisa membantu kami mengembangkan sektor ini," ungkap Ganjar.

Bank-bank BUMN, lanjut Ganjar, diharapkan bisa membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, penyaluran KUR ini dapat mempercepat kebangkitan ekonomi Jateng khususnya bagi industri kecil dan menengah.

Menanggapi hal tersebut, Erick sepakat dengan pernyataan Ganjar bahwa industri UKM harus mendapatkan perhatian.

"Saya sangat setuju. Karena dilihat kondisi hari ini dibandingkan sebelumnya, semuanya terdampak. UKM ini memang menjadi prioritas karena mayoritas UKM menyerab tenaga kerja cukup besar dibanding korporasi lainnya. Ini harus diprioritaskan," ujar Erick.

Selama pandemi, bank BUMN, ungkap Erick, telah melakukan restrukturisasi senilai lebih dari Rp 120 triliun bagi pelaku UKM dan lainnya.

"Itu sudah berjalan tapi masih belum cukup. Maka, kami sudah rapat dengan Menko dan lainnya untuk membahas banyak hal, termasuk supply change industri kesehatan yang kemungkinan dibangun di Jateng, pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani untuk kebutuhan pangan," jelasnya.

Dirinya pun sepakat dengan Ganjar untuk membangkitkan kembali UKM pascapandemi Covid-19 ini. Meskipun menurutnya, kondisi BUMN saat ini tidak semuanya dalam kondisi sehat. 

"Akan kami petakan BUMN mana yang kuat. Karena akibat Covid-19 ini, 90% BUMN terdampak. Hanya 10% yang tidak terdampak. Maka harus dipetakan mana yang bisa mendukung program itu," tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Erick menyerahkan bantuan sejumlah alat kesehatan kepada Pemprov Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan untuk percepatan penanganan virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com