PMI Berdatangan, Ganjar Pantau Protokol Kesehatan Bandara

PMI Berdatangan, Ganjar Pantau Protokol Kesehatan Bandara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pengecekan kesehatan kepada PMI yang tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Selasa (19/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 20 Mei 2020 | 06:16 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau secara langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 39 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Berdasarkan pantauannya, Dinas Kesehatan Jateng dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Alhamdulillah bagus. Semuanya bisa lancar karena sudah dipersiapkan dengan baik. Meski pengecekan secara ketat, mereka, kawan-kawan PMI, tetap merasa nyaman dengan pelayanan ini," ungkap Ganjar.

Baca: Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Protokol Covid-19

Begitu turun dari pesawat, semua PMI dibawa ke ruangan khusus yang terletak di depan Ruang Imigrasi Bandara untuk dicek kesehatannya. Mereka kemudian akan menjalankan rapid test oleh petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Baca: 57 Pekerja Migran Asal Jateng Jalani Karantina di BPSDM

Usai diperiksa kesehatannya, para PMI akan menjalani karantina di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Jateng.

Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan sebelum dijemput oleh pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk kembali dikarantina selama 14 hari.

"Semua kami pusatkan di BPSDM sambil kami komunikasi dengan kabupaten/kota untuk penjemputannya. Tapi, ada yang dijemput dan ada yang tidak. Nanti, yang tidak dijemput tetap kami fasilitasi di tempat karantina itu," terang Ganjar.

Ganjar menambahkan, hingga saat ini, hasil rapid test untuk pekerja migran yang menggunakan jalur udara tidak reaktif.

Tercatat hanya ada satu PMI yang menunjukkan hasil tes reaktif. Namun, PMI tersebut, ungkap Ganjar, turun di pelabuhan dan akan segera diperiksa kembali melalui swab test.

Sementara itu, 39 PMI yang baru mendarat tersebut menyatakan siap mengikuti peraturan pemerintah dan menjalani karantina di kampung halamannya.

"Saya sudah dites di Malaysia, hasilnya negatif. Tadi juga di tes di sini (bandara), hasilnya negatif. Tapi saya siap dikarantina, demi kesehatan bersama tidak masalah," ungkap Karyono, pekerja asal Pati.



Sumber: BeritaSatu.com