PPDB Jateng, Anak Tenaga Medis Bisa Masuk Jalur Afirmasi

PPDB Jateng, Anak Tenaga Medis Bisa Masuk Jalur Afirmasi
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). ( Foto: ANTARA FOTO )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 21 Mei 2020 | 06:48 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Anak tenaga medis Covid-19 di Jawa Tengah berhak mengikuti jalur afirmasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK tahun ajaran baru 2020/2021.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng Padmaningrum mengatakan hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk memberikan porsi bagi anak tenaga medis dalam kuota jalur afirmasi PPDB.

"Afirmasi dibuka untuk anak yang orang tuanya menjadi garda terdepan menangani Covid-19. Baik itu petugas kesehatan, perawat, dokter, supir ambulans, kan ada surat keputusan di dinas kesehatan," ungkapnya di Semarang, Rabu (20/5/2020).

Baca: Kemdikbud Imbau Pemda Siapkan Protokol Covid-19 pada PPDB

Di saat yang sama, Padmaningrum memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK), siswa berprestasi dan atlet, warga tak mampu tetap mendapatkan perhatian. Penyandang disabilitas seperti tunadaksa, tunarungu dan tunanetra bisa meraih pendidikan di SMA.

Untuk itu, Disdik Jateng telah berusaha melakukan pengembangan terhadap kemampuan guru dan fasilitas sekolah.

Di antaranya adalah dengan menggandeng guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pendamping di sekolah inklusi. Terkait hal ini, Pemprov Jateng juga bekerja sama dengan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

"Kami juga memfasilitasi ABK dan siswa yang mempunyai kemampuan olahraga. Untuk mereka yang atlet, kami ingin tidak terjadinya penurunan kualitas. Untuk itu, kami bekerja sama dengan KONI dan Disdikpora. Ada juga jalur pendaftaran berdasarkan perpindahan orang tua," lanjut Padmaningrum.

Daya tampung SMA dan SMK Negeri pada PPDB tahun ini adalah sebanyak 216.156 siswa. SMA menerima 115.908 siswa, sedangkan SMK memiliki daya tampung sebanyak 100.248 peserta didik.

Calon peserta didik dapat mulai mendaftar pada bulan Juli 2020 melalui situs yang disediakan khusus bersama Telkom Indonesia.

"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, PPDB kali ini dilakukan secara daring. Namun, bagi yang mengalami kesulitan, bisa datang ke sekolah. Bisa dibentuk semacam posko pengaduan yang tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Padmaningrum.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan pentingnya integritas dari orang tua siswa pada pendaftaran ini. Pasalnya, untuk menghindari penularan virus corona, surat keterangan sehat dari dokter kini diganti oleh surat pernyataan orang tua.

Baca: Penerimaan Peserta Didik Baru di Jateng Gunakan Nilai Rapor

Persyaratan surat keterangan lulus ujian nasional, ungkap Padmaningrum, juga digantikan dengan nilai rapor SMP atau MTS dari semester 1 hingga 5.

Terdapat pula perbedaan jalur penerimaan pada jenjang SMA dan SMK.

Untuk jenjang SMA, peserta didik dapat menempuh jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur prestasi.

Khusus untuk PPDB SMA, jalur zonasi ditetapkan minimal 50 persen. Sisanya diisi jalur prestasi 30 persen, afirmasi untuk anak miskin, difabel dan prestasi olahraga sebesar 15 persen dan jalur perpindahan orang tua sebesar 5 persen.

Sedangkan, jenjang SMK hanya membuka jalur seleksi prestasi dan jalur afirmasi.



Sumber: BeritaSatu.com