Jelang Idulfitri, Taj Yasin Ingatkan Kewajiban Zakat Fitrah

Jelang Idulfitri, Taj Yasin Ingatkan Kewajiban Zakat Fitrah
Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 21 Mei 2020 | 10:27 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mengingatkan salat Idulfitri bukan ibadah wajib yang menandai berakhirnya puasa Ramadan. Akan tetapi, ada ibadah wajib lainnya yang tidak boleh dilupakan di antaranya zakat fitrah.

Hal ini diutarakannya ketika menyampaikan tausiyah pada kegiatan Ngabuburit Kopdar Online bersama Gojek yang digelar secara daring pada Rabu (20/5/2020). Acara tersebut mengangkat tema "Produktif di Tengah Pandemi Menurut Ajaran Islam".

Baca juga: Bantah Hoax, Ganjar Tegaskan Salat Id Tetap Dilaksanakan di Rumah

Taj Yasin menyayangkan masyarakat muslim di Indonesia, khususnya di Jateng, cenderung lebih fokus menyiapkan baju baru atau kue untuk sajian tamu. Padahal, zakat fitrah adalah amalan yang wajib dilakukan.

"Sebenarnya ada yang lebih penting dalam merayakan Idulfitri. Biasanya, orang itu ketika ditanya apa yang disiapkan saat Idulfitri, jawabannya pasti salat Idulfitri. Kedua, baju baru. Ketiga, bikin kue atau belanja untuk keperluan di ruang tamu kita. Padahal zakat fitrah lebih wajib. Yang wajib di hari raya Idulfitri itu bukan salatnya, tetapi zakat fitrah," jelas Gus Yasin. 

Zakat fitrah, ungkap Taj Yasin, berbeda dari zakat lainnya. Misalnya, zakat mal ditunaikan bagi yang mampu dan harta kekayaannya telah mencapai nisab (ukuran) tertentu.

Sedangkan, zakat fitrah tidak ada klasifikasi. Dengan ini, orang mukmin, baik bagi yang mampu atau tidak, wajib melaksanakannya. 

Dirinya pun mengajak masyarakat Jateng untuk menunaikan zakat fitrah secepat mungkin. Sebab, pemberian zakat tersebut dapat membantu warga yang kurang mampu untuk menjalankan ibadahnya.

"Lebih cepat itu lebih baik. Mereka yang kita beri zakat mungkin nanti malam akan menunaikan zakatnya. Perlu kita ketahui esensi zakat fitrah adalah mensucikan orang yang berpuasa, serta memberi makanan kepada orang yang miskin," jelas Taj Yasin.

Untuk itu, Taj Yasin menghimbau warga yang mampu untuk melebihkan zakat yang ditunaikan.

Dengan ini, usai mengamalkan 2,5 kilogram beras, masyarakat yang miskin tetap memiliki beras untuk dikonsumsi.

"Karena, zakat fitrah itu untuk makan empat hari, satu orang. Kita tahu, biasanya satu KK dapat zakat fitrah hanya satu. Untuk mereka zakat saja sudah hilang. Maka, [ini] kesempatan kita yang mampu. Ayo kita keluarkan zakat. Kalau bisa jangan 2,5 kilogram. Kita lebihi," ajak Taj Yasin.



Sumber: BeritaSatu.com