Ganjar Pranowo Ingin Masyarakat Pahami New Normal

Ganjar Pranowo Ingin Masyarakat Pahami New Normal
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan sembako untuk mahasiswa asing yang tak bisa mudik,di Semarang, Selasa, 19 Mei 2020. (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 4 Juni 2020 | 17:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo turun langsung melakukan sosialiasi tatanan normal baru atau new normal kepada masyarakat. Ganjar lebih memilih istilah kebiasaan baru terhadap new normal tersebut.

"Jadi saya keliling. Lebih kepada pengkondisian agar masyarakat mengerti kebiasaan baru. Selalu cuci tangan, di saku harus ada hand sanitizer. Terus jaga jarak," tegas Ganjar.

Baca juga: Pembukaan Sekolah, Ganjar Tunggu Keputusan Mendikbud

Hal itu disampaikan Ganjar saat seminar daring Indonesian Public Institute (IPI) bertajuk "Era New Normal: Indonesia Optimistis Versus Indonesia Terserah", Kamis (4/6/2020).

"Sebenarnya saya sepakat dengan kebiasaan baru. Saya ditanya media, kapan normal baru? Ya udah sekarang kita mulai. Tapi latihan dulu. Kenapa? Karena tingkat kengeyelan masih tinggi," ungkap Ganjar.

Baca juga: Ganjar: Ada 104 Kasus Kematian Covid di Jateng

Ganjar mengaku telah mengunjungi pabrik, sekolah, pedagang kaki lima, hingga rumah ibadah. Menurut Ganjar, Jateng terus berlatih sampai akhirnya benar-benar siap menjalani kebiasaan baru. Ganjar menilai kurva kasus Covid-19 dapat menjadi acuan penerapan new normal.

"Setiap akhir minggu kami dapat catatan dari kabupaten/kota. Terus kita tata ini lho gambarannya, sehingga kami harus bantu kabupaten/kota untuk kerja sama menekan dan menangani Covid-19. Jadi enggak boleh bicara terserah. Kita harus peduli," tegas Ganjar.

Baca juga: Ganjar: Kita Buktikan Nilai-nilai Pancasila di Tengah Pandemi

Ganjar mengaku pernah membubarkan kerumunan masyarakat selayaknya satuan polisi pamong praja. Efek-efek kejut ini, lanjut Ganjar, memang sengaja ditunjukkan kepada masyarakat.

"Bukan kita ingin bikin malu orang. Kita rekam juga dengan kamera agar diingat banyak orang. Kalau saya ingatkan 35 juta masyarakat Jateng, kan tidak mungkin. Itu kemudian saya unggah di media sosial," ungkap Ganjar.



Sumber: BeritaSatu.com