Korupsi Masih Menjadi Komoditi Politik Menjelang Pemilu 2014

Korupsi Masih Menjadi Komoditi Politik Menjelang Pemilu 2014
Jokowi dan Gita Wiryawan terkait pencalonan Presiden RI. ( Foto: Istimewa )
Kharina Triananda / FAB Senin, 10 Februari 2014 | 18:18 WIB

Jakarta - Saat ini isu korupsi masih menjadi komoditi partai politik (Parpol) menjelang Pemilu 2014. Hal itu karena isu korupsi masih menjadi perhatian utama masyarakat hingga hari ini.

"Kita lihat parpol-parpol yang sering muncul di televisi, selalu menyerukan antikorupsi. Tahun ini isu korupsi tetap menjadi modal bagi parpol," kata Kurniawan Zen, Direktur Eksekutif LP3ES pada "Peluncuran Hasil Survey Persepsi Masyarakat Terhadap Isu Lingkungan & Partai Politik dalam Pemilu 2014" di Jakarta, Senin (10/2)

Namun, dilanjutkannya masyarakat pada level tertentu sudah mulai cenderung melihat ikonisasi parpol. Sehingga, mereka lebih cenderung mendambakan sosok seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Dengan pola kepemimpinan seperti Jokowi, masyarakat berharap banyak.

"Popularitas Jokowi dengan pola kepemimpinannya bisa menjadi contoh atau strategi baru bagi parpol-parpol yang lain," ungkap Kurniawan.

Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi bukanlah pencitraan yang sifatnya kamuflase, melainkan figur. Masalahnya figur-figur seperti itu apakah bisa efektif diaplikasi ke parpol-parpol lain.

"Saat ini belum terlihat apakah ada parpol lain yang mengadaptasi figur seperti Jokowi, karena sekarang sifatnya masih pragmatis, yaitu apa yang laku dijual, maka itu yang akan ditawarkan," imbuhnya.

Ditambahkannya, masyarakat Indonesia saat ini sifatnya masih transaksional. Kalaupun akan ada perubahan ke arah baru belum terlihat dengan jelas.

"Dengan begitu, dampaknya dikhawatirkan masih ada politik uang," tandas Kurniawan.