Persepi Gelar Konferensi Pers, Puskaptis dan JSI Tidak Hadir

Persepi Gelar Konferensi Pers, Puskaptis dan JSI Tidak Hadir
Ketua Umum Perhimpunan survey Opini Publik Indonesia (Persepi) Nico Harjanto (dua dari kiri), bersama Sekjen Persepi Yunarto Wijaya (kiri), Anggota Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk (dua dari kanan) dan Anggota Persepi Hanta Yuda (kanan), memberikan keterangan mengenai carut-marut hasil quick count pemilu 2014, di Jakarta, Rabu (9/7). Persepi menilai, perbedaan hasil quick count dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan meminta kepada seluruh lembaga survey agar memberitakan hasill audit dan diumumkan kepada publik. ( Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza )
Robertus Wardi Jumat, 11 Juli 2014 | 02:32 WIB

Jakarta - Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menggelar konferensi pers (konpers) di Jakarta, Kamis (10/7). Konpers ditujukan kepada anggota Persepi yang mengadakan perhitungan cepat (quick count) pada pemilihan presiden (Pilpres), Rabu (9/7). Tujuannya konpers adalah untuk memberikan pertanggungjawaban kepada publik terkait cara kerja quick count yang dilakukan beserta metodologi yang digunakan.

Lembaga survei yang hadir adalah SMRC, Lingkaran Survei Indonesia, Cirus, Indikator, Populi Center dan Litbang Kompas. Semua lembaga ini memberikan hasil yang hampir sama dengan menyebutkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang menang.

Sayang, dalam konpers itu, lembaga Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dan Jaringan Suara Indonesia (JSI) tidak hadir. Dua anggota Persepi ini mempublikasikan hasil quick count yang memenangkan pasangan Prbowo Subianto - Hatta Rajasa. Keduanya berbeda dengan hasil quick count lembaga survei lainnya.

"Kami menyayangkan mereka tidak hadir. Seharusnya kalau mereka lakukan survei yang benar, mestinya bisa hadiri di sini untuk menjelaskan cara kerja survei yang dilakukan," kata Ketua Umum Persepi Nico Harjanto.

Ia menjelaskan tadi pagi sudah ketemu dengan Direktur Puskaptis Husin Yazid. Dia sudah memberitahu soal rencana Konpers tersebut. Dia juga memberikan pesan singkat kepada Husin dan pimpinan dari JSI. Namun keduanya tidak hadir tanpa alasan jelas.

"Forum seperti ini mestinya mereka gunakan untuk menjawab bahwa mereka lakukan survei abal-abal. Kalau tidak mau buka bagaimana proses kerjanya, kan susah. Maka wajar kalau publik curiga," tuturnya. 

Sumber: Suara Pembaruan