Prajurit TNI Bisa Jadi Pengajar di Daerah Perbatasan

Prajurit TNI Bisa Jadi Pengajar di Daerah Perbatasan
Prajurit TNI AD bersenjata lengkap saat akan diberangkatkan untuk membantu Polisi H-1 pengamanan Pilpres 2014 di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (8/7). ( Foto: Antara/Rahmad )
/ MUT Sabtu, 11 Oktober 2014 | 07:20 WIB

Denpasar - Prajurit TNI yang bertugas di daerah terpencil dan perbatasan akan bisa mengajar anak-anak di sekolah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

"Jajaran TNI menjadi ujung tombak menembus daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Karena merekalah kita bisa menjangkau daerah yang selama ini medannya sulit dan semua keterbatasan warganya, termasuk dalam bidang pendidikan," katanya seusai memberikan materi pada acara 'Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 bagi Jajaran TNI yang Diperbantukan di Daerah Khusus' di Nusa Dua, Bali, Jumat (10/10) malam.

Dengan bimtek tersebut, prajurit TNI mencapai 2.000 orang yang akan ditempatkan di daerah khusus dan perbatasan nantinya mampu memberi pelajaran kepada siswa. Mereka sekaligus nantinya memantau situasi dan kondisi di daerah tersebut.

"Bahkan mereka pun akan melakukan pemetaan untuk pembuatan sekolah-sekolah di daerah terpencil. Misalnya pada titik koordinat sekian perlu dibuat sekolah," ujar Mohammad Nuh yang didampingi Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha.

Negara Indonesia cukup luas dengan ribuan pulau, sehingga ada daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau pendidikannya secara maksimal. Jajaran TNI yang bisa menjangkau diharapkan mampu menjadi tenaga pendidik di tempat tersebut.

"Melalui pelatihan program K-13 secara menyeluruh tersebut nantinya Kurikulum 2013 bisa disosialisasikan dan diajarkan di sekolah-sekolah terpencil," ujar Nuh.

Aster Panglima TNI Mayjen Ngakan Gede Sugiartha mengatakan secara teknis jajaran TNI menjaga NKRI, tetapi TNI kini memiliki peran ganda sebagai tenaga pendidik. Ia menjelaskan pelatihan program guru K-13 dilakukan secara menyeluruh untuk anggota TNI Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

"Mereka yang di tugaskan (BKO) adalah semuanya dari prajurit di Makassar, Medan, Papua dan Kodam IX/ Udayana," ujar Ngakan.

Sumber: Antara