Mahasiswa Desain Mode Meningkat Signifikan Setiap Tahunnya

Mahasiswa Desain Mode Meningkat Signifikan Setiap Tahunnya
BoW yang merupakan lini kedua desainer Billy Tjong diperagakan di hari pertama Jakarta Fashion Week (JFW) 2015, Sabtu (1/11) ( Foto: Beritasatu.com/Herman )
Kharina Triananda / FAB Selasa, 4 November 2014 | 18:37 WIB

Jakarta - Dunia desain mode dan busana makin banyak diminati anak-anak muda Indonesia. Hal tersebut terlihat dengan semakin banyaknya institusi pendidikan yang mengedepankan prodi desain mode. Salah satunya adalah Raffles Institute of Higher Education Jakarta, yang pendaftarnya semakin bertambah setiap tahunnya.

"Kita melihat anak-anak muda Indonesia lebih bersemangat dan energik. Sebelumnya saya mengajar di Raffles Beijing, Tiongkok, dimana menurut saya dibandingkan mahasiswa desain mode di Beijing, mahasiswa mode di Indonesia lebih senang mengeksplor, bereksperimen, menciptakan sesuatu yang baru," ungkap Elena Ryleeva, Academic Director dan pengajar desain mode dari Raffles Institute of Higher Education Jakarta, pada jumpa pers di Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 di Jakarta, Selasa (4/11).

Selain Raffles, LaSalle College Jakarta juga mengaku setiap tahun selalu diserbu calon murid baru. Hal tersebut disampaikan Ferry Halim, dosen desain mode di LaSalle College Jakarta.

"Ada peningkatan mahasiswa setiap tahunnya. Saya tidak punya statistiknya, namun yang pasti jumlah murid setiap angkatan selalu bertambah," katanya.

Ia mengungkapkan, setiap tahun selalu ada penambahan satu kelas untuk desain mode. Dan satu kelasnya berisi sekitar 12-18 mahasiswa.

"Industri fashion saat ini sangat berkembang di Indonesia. Dengan begitu, saya rasa saat ini jumlah desainer yang ada bisa memenuhi permintaan pasar di industri mode," imbuh Ferry.