Dorong Generasi Muda Gemar Riset, LIPI Gelar LKIR ke-47

Dorong Generasi Muda Gemar Riset, LIPI Gelar LKIR ke-47
Ilustrasi riset ( Foto: Sciencealert.com.au )
Ari Supriyanti Rikin / MUT Kamis, 30 Juli 2015 | 12:50 WIB

Jakarta - Generasi muda diharapkan mengemari riset dan penelitian agar bisa kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah untuk kemajuan bangsa. Untuk itulah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus konsisten menggelar Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR). Bahkan Tahun 2015 merupakan kegiatan LKIR ke-47.

Tahun ini, pada LKRI ke-47 LIPI menggandeng British Council melalui Newton Fund Programme membina para pelajar atau ilmuwan muda Indonesia. Ketua Dewan Juri LKIR Laksana Tri Handoko mengatakan terdapat 60 proposal terbimbing telah tersaring dari sekitar 2.041 proposal yang mendaftar di LKIR tahun ini, baik individu maupun pelajar.

"Antusiasme jumlah peserta yang mendaftarkan proposal risetnya tahun ini melonjak sekitar 30 persen dibanding tahun lalu dimana jumlah proposal yang masuk ke panitia sejumlah 1.431 buah," katanya di Jakarta, Kamis (30/7).

Menurutnya sejak pertama kali digelar 1969, dari tahun ke tahun proposal yang masuk terus advance atau level kebaruannya terus meningkat. LKIR merupakan kompetisi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam menganalisa permasalahan dan mencari solusi yang tepat melalui penelitian dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta LKIR bisa dari siswa SMP dan SMA atau sederajat berusia 12-19 tahun.

Sekretaris Utama LIPI Siti Nuramaliati Prijono mengungkapkan LKRI tahun 2015 melombakan empat bidang penelitian yakni ilmu pengetahuan hayati, ilmu pengetahuan teknik, ilmu pengetahuan kebumian dan maritim yang merupakan kategori baru serta ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan.

"Untuk bidang hayati ada 25 proposal dan maritim ada lima satu di antaranya tentang laut. Hal ini merupakan tantangan LIPI untuk membina anak-anak dan masyarakat di wilayah pesisir agar aware dengan sumber daya di sekelilingnya agar memahami isi laut untuk kesejahteraan bangsa," ujarnya.

Educatiob and Society Director British Council in Indonesia Teresa Birks memandang pemerintah Inggris berkomitmen mengembangkan penelitian dengan penyediaan dana untuk riset kepada 15 negara, Indonesia salah satunya.

Dana yang disiapkan untuk penelitian Indonesia sebesar 2 juta poundsterling. Dari jumlah itu British Council mengelola 900.000 poundsterling.

"Program kolaborasi ini untuk mendukung institusi penelitian Indonesia, universitas dan mendukung kapasitas penelitian Indonesia, publikasi dan sitasi internasional," katanya.

Sumber: Suara Pembaruan