Tingkatkan Mutu, Universitas Terbuka Review Kualitas Secara Rutin

Tingkatkan Mutu, Universitas Terbuka Review Kualitas Secara Rutin
Tian Belawati. ( Foto: Istimewa )
Maria Fatima Bona / IDS Rabu, 7 September 2016 | 14:50 WIB

Tangerang - Rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati, mengatakan, untuk menjamin mutu dan kualitas pelayanan pendidikan di UT, pihaknya melakukan akreditasi atau penilaian kualitas secara rutin.

Dia menyebutkan, saat ini UT memiliki 35 program studi (Prodi) yang telah diakreditasi BAN-PT dan pada 2016 ini, UT telah mengantungi akreditasi A untuk empat Prodi yakni, Strata Satu (S-I) untuk Ilmu Adminsitrasi Negara, S-I Ilmu Adminsitrasi Bisnis, S-I Manajemen dan S-I Sosiologi.

“Kita telah memiliki empat prodi yang berakreditasi A. Kita akan terus meningkatkan jumlahnya, agar semua terakreditasi A untuk penjaminan mutu,” kata Tian pada Konferensi Pers Dies Natalis Universitas Terbuka Ke-32 yang bertajuk “Empat Windu Membangun Negeriku”, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pamulang, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Tian juga mengatakan, selain mendapat akreditasi dari BAN-PT, UT juga berupaya untuk menjaga kualitas agar sejajar dengan universitas terbuka di negara lain dengan melakukan penilaian lima tahun sekali. Untuk ini, UT dibantu oleh organisasi yang menanungi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yaitu Internasional Council for Open and Distance Education (ICDE).

Tian menuturkan, ICDE melakukan penilaian kepada UT untuk ketiga kalinnya, setelah sebelumnya dilakukan pada 2005 dan 2010. Dari tiga kali penilaian itu, ICDE menyatakan UT layak dan berhak, yang ditandai dengan pemberian sertifikat secara langsung oleh salah satu Komite Eksekutif ICDE, Belinda Tyann.

Pada kesempatan sama, ia juga mengatakan, pemberian sertifikat adalah bukti UT berhak dan layak menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. “Berdasarkan hasil review UT pada Februari 2016, UT telah memiliki standar pendidikan jarak jauh yang tinggi di tatanan global,” kata Belinda.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti), Paulina Pannen mengatakan, meski perjalanan cukup panjang, UT masih terhitung sebagai perguruan tinggi dengan usia yang masih sangat muda, sehingga langkahnya masih jauh ke depannya.

Oleh karena itu, apa yang sudah dicapai UT dalam 32 tahun harus ditingkatkan di masa mendatang. Hal ini sesuai dengan amanat Meneristekdikti Moh Nasir. Ia mengharapkan UT dapat menjadi gerbang bagi mahasiswa asing masuk ke Indonesia ataupun sebaliknya. Dalam artian sebagai gerbang bagi mahasiswa Indonesia yang berkarier di luar negeri.

Selanjutnya, Paulina juga mengatakan, mendatang, diharapkan UT dapat meningkatkan riset baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Hal ini tentu akan sangat bagus karena negara menantikan inovasi selanjutnya dan UT dapat berkontribusi.
Apalagi UT menjalin kerjasama dengan PT Telkom untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Maka, sebagai PJJ, UT dapat meningkatkan jaringan dalam maupun di luar negeri untuk meningkatkan kontribusi terhadap bangsa dari segi inovasi yang berdaya saing industri serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat mendorong daya siang industri nasional.

“Potensi UT untuk meningkatkan daya saing sangat besar, maka sudah saatnya UT membentuk road map untuk memenuhi kebutuhan SDM yang berdaya saing,” ujarnya.