Jumlah SKS Perguruan Tinggi Dikurangi?

Jumlah SKS Perguruan Tinggi Dikurangi?
Mahasiswa baru. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / AB Jumat, 7 Desember 2018 | 10:56 WIB

Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berencana mengurangi jumlah satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh mahasiswa di jenjang pendidikan tinggi untuk meraih gelar sarjana strata sati (S-1). Di Inggris dan Amerika Serikat, mahasiswa cukup menyelesaikan 120 SKS, tetapi di Indonesia 144 SKS.

Sekjen Kemristekdikti, Ainun Na’im mengatakan rencana tersebut masih dikaji karena masih ada perbedaan pandangan tentang jumlah SKS yang akan dituntaskan.

"Wacana pengurangan SKS yang dimaksud Pak Menteri (Menristekdikti Mohamad Nasir, Red) itu untuk mengefisienkan pendidikan tinggi Indonesia, tetapi masih didiskusikan," katanya pada acara Simposium Nasional Aktuaria di Era Industri 4.0 di Hotel Altlet Century Park, Jakarta, Kamis (6/12).

Pihaknya masih mempertimbangkan agar pengurangan jumlah SKS tidak menurunkan kualitas pendidikan tinggi. Jumlah SKS di luar negeri bisa lebih sedikit, karena materinya dipadatkan. Misalnya, untuk mata kuliah matematika dasar, Indonesia merancangnya dalam enam SKS, tetapi di luar negeri hanya dua SKS. Dengan kondisi itu, mahasiswa di luar negeri dituntut untuk belajar lebih giat dibanding mahasiswa di Indonesia. 

Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi (Aptisi) Pusat, Budi Djatmiko mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pengurangan SKS. Pasalnya, Aptisi sudah lama mengusulkannya kepada pemerintah.

Menurut Budi, Indonesia harus berkaca pada negara maju yang hanya menerapkan 120 SKS untuk meraih gelar sarjana. Pasalnya pada jenjang strata satu banyak mata kuliah yang tidak terlalu esensial, sehingga hanya mengejar banyak SKS, tetapi minim konten.

“Idealnya kita mengikuti negara maju, bukan banyaknya SKS, tetapi lebih ditekankan pada konten yang tepat dan baik, sehingga dosen juga bisa ada waktu untuk mengerjakan riset dan pengabdian pada dunia pendidikan," ujarnya kepada SP, Jumat (7/12) pagi.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE