Dukung Pendidikan, Harita Nickel Bangun Gedung Sekolah di Obi

Dukung Pendidikan, Harita Nickel Bangun Gedung Sekolah di Obi
Harita Nickel telah membangun gedung sekolah sebagai sarana pendidikan di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 7 Januari 2019 | 17:25 WIB

Halmahera Selatan - Harita Nickel yang terdiri dari PT Trimegah Bangun Persada dan PT Megah Surya Pertiwi terus melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibilty) di bidang pendidikan. Dalam hal ini, Harita Nickel telah membangun gedung sarana pendidikan di Desa Kawasi. Gedung tersebut berada tepat di samping SD Kawasi, Kecamatan Obi.

"Pembangunan gedung SD di Desa Kawasi ini sudah digunakan sejak kunjungan Pangdam beberapa bulan lalu dan sudah diserah terimakan secara simbolis. Sekarang sudah digunakan," ujar Chief Deputy Head Exrel dan CSR HARITA Nickel, Alexander Lieman melalui keterangannya, Senin (7/1).

Alex menjelaskan, gedung tersebut memiliki dua ruang yang difungsikan sebagai ruang kelas. Sebelumnya, pihak sekolah pernah mengeluhkan mengenai minimnya sarana belajar khususnya untuk ruang kelas. Karena hanya ada empat ruang ruang belajar untuk murid SD kelas 1 sampai 6.

"Total murid yang ada di SD Negeri Kawasi ada 365 murid dari 6 kelas. Bantuan yang kita berikan sudah dapat menampung sekitar 80an murid dan juga ditambah dengan gedung yang sudah ada sebelumnya," kata Alex.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu para guru dalam kegiatan belajar mengajar. Karena selain sebagai ruang kelas, gedung itu juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan pertemuan.

"Gedung yang dibuat kemarin itu selain untuk ruang belajar juga sebagai ruangan yang multifungsi karena gedungnya juga dibuat pemisah permanen. Jadi bisa dibuat satu ruang pertemuan besar," kata Alex.

Selain bantuan berupa gedung, Harita Nickel juga telah menjadi mediator dalam pengadaan guru di SD Kawasi. Alex mengatakan, ada tiga guru bantu yang dikirimkan oleh Dinas Pendidikan setempat untuk mengajar di SD Kawasi.

"Bantuan guru sudah direalisasikan sejak 3 bulan lalu. Sebelumnya kita bersurat ke Dinas Pendidikan di Kabupaten, akhirnya beberapa minggu setelah kunjungan kita, Pemda setempat mengirimkan 3 guru tambahan. Gurunya meruapakan utusan dari dinas pendidikan. Tapi kita menjembatani permintaan guru itu, kita berkunjungan ke sana dengan hasil temuan yang ada karena memang adanya kekurangan guru pengajar yang ada di SD Kawasi," kata Alex.

Sementara itu, Lusi, salah satu guru di SD Kawasi mengatakan bantuan yang diberikan perusahaan sangat membantu sekolah. Karena tidak hanya memberikan bantuan berupa gedung tetapi juga guru.

"Kami berterima kasih kepada perusahaan yang telah membantu sekolah dalam rangka kegiatan pendidikan. Gedung yang ada saat ini sangat membantu kami," kata Lusi.

Dikatakan, sebelumnya sekolah menerapkan sistem belajar pagi dan siang. Hal itu dikarenakan kurangnya ruang belajar dan guru. Karena total guru sebelumnya hanya ada tiga orang yang merupakan guru honorer dan satu orang guru PNS.

"Kami memang pernah meminta perusahaan untuk menyediakan guru, karena terus terang kami sempat kewalahan. Kami harus mengajar dari pagi sampai sore karena kurangnya guru dan juga ruangan. Tapi sekarang kami sudah mendapat tambahan guru dan itu sangat membantu," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com