ITB Tawarkan Arab Saudi Aplikasi Canggih untuk Prediksi Badai Pasir

ITB Tawarkan Arab Saudi Aplikasi Canggih untuk Prediksi Badai Pasir
Ketua Tim Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi (kanan) menjelaskan tentang aplikasi canggih berupa sistem informasi cuaca daring bernama Hidro-meteorological Hazard Early Warning System (H-HEWS) kepada pengunjung Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Saudi Arabia, Senin, 7 Januari 2019. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Selasa, 8 Januari 2019 | 21:06 WIB

Riyadh - Aplikasi canggih untuk memprediksi potensi badai pasir menjadi salah satu teknologi canggih milik Institut Teknologi Bandung (ITB). Aplikasi itu ditawarkan langsung kepada masyarakat dan pemerintah Saudi Arabia oleh ITB sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, Senin (7/1).

Aplikasi canggih berupa sistem informasi daring dengan nama Hidro-meteorological Hazard Early Warning System (H-HEWS) itu memberikan informasi prediksi secara tepat potensi kejadian badai pasir, gelombang panas, hujan lebat, dan angin kencang khusus di wilayah Arab Saudi. Kejadian bencana meteorologi tersebut telah sering mengganggu dan menimbulkan kerugian besar dan menggangu aktivitas pembangunan di negara itu.

Ketua Tim Peneliti ITB untuk sistem informasi itu, Armi Susandi, hadir langsung di Riyadh untuk menyampaikan kehebatan fitur-fitur prediksi potensi bencana cuaca tersebut. Fitur utama H-HEWS adalah fitur prediksi cuaca (temperatur, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembaban, serta tekanan udara), fitur warning bencana untuk potensi bencana badai pasir, angin kencang, gelombang panas, dan hujan lebat.

“Sistem daring serta peringatan tersebut berjalan secara otomotis dan dijalankan 24 jam oleh server komputer dari Indonesia,” papar Armi. Dikatakan, sistem informasi tersebut dirancang untuk mampu secara tepat memprediksi lokasi dan waktu kejadian badai pasir yang akan terjadi hingga tiga hari ke depan, termasuk tiga potensi bencana lainnya.

“Kami berharap di masa mendatang informasi prediksi kebencanaan tersebut akan bisa mengurangi potensi bencana dan kerugian di wilayah Arab Saudi, termasuk mengurangi korban dari umat Islam yang melakukan rangkaian ibadah haji atau umrah, baik di Mekah maupun di Medinah, karena sistem informasi daring tersebut di rancang sangat user friendly dan mudah dipahami oleh orang awam sekali pun,” ujar Armi.

ITB membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan guna membangun sistem cerdas tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah. Kerja sama dengan otoritas setempat akan membuka peluang bagi Indonesia melalui Tim Peneliti ITB, di bawah LPIK atau LPPM ITB, mengembangkan aplikasi canggih tersebut untuk berbagai keperluan mitigasi bencana.

Di masa mendatang, ujarnya, aplikasi itu bisa dikembangkan untuk prediksi hingga sepuluh hari ke depan dengan resolusi tinggi 1 km. Dengan demikian, upaya mitigasi bisa lebih awal dan lebih tepat.

Aplikasi informasi cuaca yang sudah memiliki dua bahasa tersebut (Inggris dan Arab) juga akan dibuatkan versi Android dan iOS. Pengunjung Paviliun Indonesia tampak antusias mendengarkan penjelasan Armi tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel memberikan apresiasi khusus untuk produk teknologi ITB tersebut. Hal itu disampaikan langsung Dubes Agus Maftuh kepada Armi dalam percakapan santai.

“Festival yang sangat ramai dikunjungi oleh warga Arab Saudi dan negara-negara lain di Timur Tengah ini memberikan persepsi kuat bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan teknologi kelas dunia, selain kekayaan seni dan budaya. Maftuh.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE