RNPK Fokus Bahas Peningkatan SDM

RNPK Fokus Bahas Peningkatan SDM
Ilustrasi Pendidikan di Papua. ( Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso )
Maria Fatima Bona / JAS Sabtu, 9 Februari 2019 | 08:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai wujud membangun sinergi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) yang rencananya akan dibuka oleh oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (12/2).

RNPK berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Februari 2019 melibatkan 1.232 peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di pusat maupun di daerah termasuk organisasi sosial dan komunitas pendidikan dan kebudayaan yang akan dilaksanakan di Kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

“Diselenggarakannya RNPK diharapkan dapat membangun sinergi pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyukseskan program-program prioritas sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita, sekaligus merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2020,” kata Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta, selaku Ketua Steering Committee RNPK tahun 2019, pada acara taklimat media di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (8/02).

Dengan diselenggarakannya RNPK ini, tambah Ananto, peserta diharapkan dapat berbagi pengalaman dan informasi terkait praktik baik serta permasalahan yang dihadapi dalam mengelola pendidikan dan kebudayaan serta bersama-sama merumuskan solusi yang dapat diadopsi oleh pihak-pihak terkait.

“Penyelenggaraan RNPK ini menjadi wadah dan upaya meningkatkan kerja sama berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan dan kebudayaan,” tutur Ananto.

Ia menambahkan, RNPK ini fokus untuk persiapan pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong bonus demografi pada 2030. Dalam hal ini, Kemdikbud akan fokus pada pembangunan kebudayaan melalui pendidikan. Pasalnya, kebudayaan tidak akan maju jika tidak dimulai melalui pendidikan.

Dengan begitu, tema penyelenggaraan RNPK 2019 adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan". Dengan tema ini, Ananto menuturkan, seluruh peserta yang terdiri atas semua pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan dapat bersinergi dalam membuat strategi ke depan dalam menyukseskan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan.

Ada pun isu-isu strategis yang akan dibahas dalam diskusi kelompok, terdiri atas: Penataan dan Pengangkatan Guru; Revitalisasi Pendidikan Vokasi, meliputi pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, penguatan kewirausahaan, dan penuntasan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi di provinsi. Selanjutnya Sistem Zonasi Pendidikan; Pemajuan Kebudayaan; dan Penguatan Sistem Perbukuan dan Penguatan Literasi.

RNPK tahun ini akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari Kemdikbud, serta pembicara dari luar Kemdikbud akan dihadiri oleh sejumlah menteri dari kabinet kerja serta pembicara dari dunia usaha dan dunia industri (Dudi) yang akan berbagi pengalaman dalam penguatan pendidikan vokasi.

Sementara itu, Kepala Biro Perencaraan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud, Suharti mengatakan, RNPK untuk mencapai kesepatan bersama bagiamana menyelesaikan masalah pendidikan dan mempersiapkan SDM yang berdaya saing.

“Jadi rembuk nasional ini melibatkan semua pihak. Pemda dan pemerhati pendidikan untuk berdiskusi bagaimana mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan dia, kegiatan ini melibatkan semua pihak karena pendidikan bukan hanya tugas Kemdikbud, tetapi semua pihak khususnya pemerintah daerah (pemda) sehingga kesepakatan ini RNPK ini akan dijadikan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020.

“Usulan strategis dalam diskusi RNPK ini akan menjadi draf RPJM sehingga siapapun yang terpilih menjadi presiden pada 17 April mendatang dapat mengunakan draf tersebut sebagai pegangan dalam mempersiapkan SDM Indonesia,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com