Indonesia dan Sejarah Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia

Indonesia dan Sejarah Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia
Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarusia, M Wahid Supriyadi berpidato pada acara peringatan 59 tahun berdirinya RUDN University di Moskwa, Rusia, Sabtu, 8 Februari 2019. ( Foto: Istimewa / KBRI Moskwa )
Asni Ovier / AO Senin, 11 Februari 2019 | 06:40 WIB

Moskwa, Beritasatu.com - Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia atau Peoples' Friendship University of Russia (RUDN) di Moskwa tidak terlepas dari sejarah hubungan Indonesia-Rusia (Uni Soviet). Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarusia, M Wahid Supriyadi saat didaulat menjadi salah satu presidium pada acara "Round Table with Representatives of Embassies of Foreign Countries and Foreign Graduates" dengan tema "The Contribution of RUDN to Training the Professionals for Foreign Countries” dalam rangka peringatan 59 tahun berdirinya RUDN di kampus RUDN, Moskwa, Sabtu (8/2).

Dalam siaran pers KBRI Moskwa yang diteria Beritasatu.com, Senin (10/2) disebutkan, pertemuan dihadiri oleh jajaran akademisi RUDN, duta besar dan perwakilan kedutaan asing di Rusia, pejabat pemerintah Rusia dan sejumlah negara asing, alumni RUDN warga negara asing, serta Enjay Diana yang juga Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskwa yang mendampingi Dubes Wahid. Hadir juga para ketua asosiasi mahasiswa negara-negara asing di RUDN, termasuk Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di RUDN Tiara Mandalika.

Menurut Dubes Wahid, pendirian RUDN tidak hanya merupakan sejarah bagi bangsa-bangsa yang muda dan sedang berkembang, seperti Indonesia. Kehadiran RUDN juga menunjukkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk menjadikan negara berkembang dapat bergerak maju.

Pada 21 Februari 1960 atau hanya 16 hari setelah RUDN didirikan, di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ketua Dewan Menteri Uni Soviet, Nikita S Khruschev untuk pertama kali menyampaikan ke publik bahwa Pemerintah Uni Soviet telah memutuskan mendirikan Peoples’ Friendship University di Moskwa. Pernyataan itu disampaikan di tengah-tengah kunjungan resminya ke Indonesia.

Pendirian universitas tersebut dimaksudkan untuk membantu mempersiapkan kader-kader bangsa dari negara-negara Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Setelah itu, banyak mahasiswa dari negara-negara di benua itu, termasuk Indonesia yang belajar di universitas tersebut.

“Saya merasa terhormat bahwa Indonesia, khususnya Universitas Gadjah Mada, tempat saya belajar menjadi bagian dari sejarah ini,” kata Dubes Wahid saat menyampaikan sambutannya pada acara tersebut.

Setelah 59 tahun berdiri, RUDN telah menjadi salah satu perguruan tinggi dan pusat pendidikan serta ilmu pengetahuan yang berpengaruh dan dikenal tidak hanya di Rusia, tetapi juga di dunia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan RUDN, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Diponegoro.

RUDN merupakan sebuah universitas multibangsa. Saat ini di RUDN belajar lebih dari 31.000 mahasiswa, sekitar 8.500 di antaranya adalah mahasiswa asing yang berasal dari 155 negara, termasuk Indonesia. Para mahasiswa Indonesia tidak hanya menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjalin persahabatan dan mempromosikan Indonesia.

Menurut Dubes Wahid, di Rusia terdapat sekitar 600 mahasiswa Indonesia, 30 orang di antaranya studi di RUDN. Dubes Wahid berharap para mahasiswa tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia, yang saat ini sedang menuju pada tingkat lebih tinggi, yaitu kemitraan strategis.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional RUDN Larisa I Efremova mengatakan, RUDN menjalin kerja sama erat dalam program-program ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan universitas-universitas di Indonesia. Ditambahkan, salah satu prioritas kerja sama RUDN adalah mempersiapkan spesialis melalui penelitian ilmiah bersama di bidang kedokteran.

Sementara itu, Galina Tsvyk, Wakil Kepala Departemen Negara-negara Asia di RUDN mengatakan, dalam pengembangan kerja sama dengan Indonesia, pada 14-17 Februari 2019 Tim RUDN akan berkunjung ke Jakarta untuk berpartisipasi pada pameran “Indonesia International Education and Training EXPO 2019” di Jakarta Convention Center.

Dalam kunjungan tersebut Tim RUDN juga akan menyelenggarakan “Olimpiade Terbuka RUDN” di bidang matematika, kimia, dan ilmu komputer bagi warga Indonesia yang berminat memperoleh beasiswa studi di RUDN untuk program sarjana, spesialisasi, dan master.



Sumber: BeritaSatu.com