Tips Guru Sekolah Internasional: Murid Harus Dilibatkan

Tips Guru Sekolah Internasional: Murid Harus Dilibatkan
Sejumlah siswa Jakarta International School (JIS) mengikuti pelajaran olahraga di Jakarta, Selasa (29/4). ( Foto: Antara/Muhammad Adimaja )
Maria Fatima Bona / IDS Senin, 11 Februari 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menambah kualitas guru Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk menggandeng sekolah internasional dalam berbagai pelatihan. Community Educational Outreach Coordinator Jakarta Intercultural School (JIS), Greg Zolkowski mengatakan, sistem pelatihan yang diberikan oleh Innovative Schools Programme (ISP) selama ini adalah menginspirasi para guru Indonesia khususnya di wilayah Jakarta untuk mengubah sistem pembelajaran di kelas.

Dengan metode modern, para pengajar Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) atau dikenal dengan sekolah internasional berbagi pengetahuan internasional mereka tentang cara dan praktik mengajar yang menarik sehingga dapat menciptakan suasana yang dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.

Ia menambahkan, ISP mendorong para guru agar melibatkan para murid selama proses tersebut. “Mereka harus melakukan pendekatan dengan berbagai pertanyaan sehingga partisipasi siswa lebih tinggi. Saat diskusi dalam kelas, murid juga bisa mendapat pengetahuan dari siswa lain. Bagi kami, pengetahuan tidak statis berada dalam kotak tertutup, karena hal itu bisa diperoleh dari banyak arah dalam kelompok,” tambahnya pada Perayaan Tahunan Pertama dan Lokakarya Komunitas ISP di Gedung Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta, Sabtu (9/2).

Selanjutnya, terkait dengan program ISP, Greg menyebutkan, para guru dari berbagai sekolah negeri tersebut harus mengikuti pelatihan yang dipandu oleh 60 pengajar JIS dalam 10 pertemuan. Topiknya meliputi manajemen kelas, pengembangan keterampilan berpikir yang lebih tinggi, strategi pengajaran yang inovatif, belajar lewat permainan dan metode pembelajaran lainnya.

Setelah menyelesaikan program, peserta menerima sertifikat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat upacara wisuda. Sertifikat ini memberikan poin yang dapat meningkatkan gaji guru dan mempersiapkan mereka untuk posisi yang lebih tinggi dalam pendidikan.

Untuk itu, Greg menuturkan, usai program pelatihan selesai, tim JIS juga terjun ke lapangan untuk melihat langsung implementasi program ISP. “Biasanya, sebelum guru mengikuti ISP, dinding kelas tampak sepi dan tidak merefleksikan karya-karya muridnya. Namun setelah guru mengikuti program ISP, dinding kelas akan lebih berwarna dengan karya para murid. Aturan dalam kelas juga terdapat di dinding yang dibuat bersama oleh murid dan guru. Partisipasi murid menjadi lebih tinggi dan mereka juga semakin termotivasi,” terangnya.

Selain itu, para guru ditantang untuk dapat kreatif menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan berpusat pada siswa. Dijelaskan dia, ISP ini dikembangkan oleh organisasi nirlaba Yayasan Emmanuel pada 2009, dan JIS mulai berpartisipasi pada 2013. ISP memperkuat komitmen JIS dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Bermitra dengan Yayasan Emmanuel yang didirikan seorang lulusan JIS, dan para mitra, kami ingin meningkatkan ketrampilan pengajar di Indonesia sekaligus menginspirasi mereka agar terus belajar serta berani mencoba hal baru sehingga dapat memberi dampak lebih baik bagi para siswa,” ujar Greg.



Sumber: Suara Pembaruan