LPTK Harus Hasilkan Inovasi Pembelajaran

LPTK Harus Hasilkan Inovasi Pembelajaran
Muhammad Nasir. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 15 Maret 2019 | 11:00 WIB

Padang, Beritasatu.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai pencetak guru dan tenaga kependidikan (GTK) memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

Oleh karena itu, perguruan tinggi terutama LPTK harus bergerak cepat agar tidak tertinggal dari negara lain. Caranya, dengan menghadirkan perubahan atau inovasi pada kurikulum dan sistem pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Kita memerlukan sumbangsih pemikiran yang solutif, aplikatif, dan relevan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Sebab, dengan pendidikan lah masyarakat kita menjadi cerdas, unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” kata Nasir saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX yang bertemakan “Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0” di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (15/3).

Dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Jumat (16/3), Nasir menyebutkan, LPTK memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama mulai dari kompetensi dan kualitas tenaga pendidik, sertifikasi tenaga pendidik, hingga inovasi pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, setiap tahun seluruh LPTK di Indonesia baik negeri maupun swasta menghasilkan lebih kurang 300.000 lulusan. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 120.000 orang saja yang terserap di sekolah dan lembaga pendidikan.

Nasir pun mendorong LPTK untuk dapat membekali lulusannya dengan kompetensi yang mumpuni, kreatif dan inovatif. Konaspi IX diharapkan Nasir dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi solutif dan aplikatif bagi pengembangan tenaga kependidikan dan inovasi sistem pembelajaran di Indonesia.

Ia juga menegaskan, perguruan tinggi harus mengubah pola pikir dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru. Dengan demikian, dapat dihasilkan terobosan dan inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran.

"Kampus harus lebih terbuka dengan cara memiliki pola pikir yang terbuka, hati yang terbuka dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, kita sadari betul semakin tingginya harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif di era disrupsi saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI), Syawal Gultom mengatakan, LPTK harus siap berinovasi dan bertransformasi menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Dia mengatakan pendidikan akan terus berkembang dan pergerakannya menjadi sangat dinamis. Karena teknologi telah membaur pada kehidupan sehari-hari, berbagai ide dan gagasan konstruktif sangat diperlukan

Syawal berharap melalui forum ini, para pendidik dari seluruh Indonesia akan berembuk untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait sikap yang akan diambil dalam menghadapi tantangan ke depan terutama bagi dunia pendidikan.

“Di era 4.0 ini bukan masalah konten tetapi pergeseran paradigma dan cara berpikir. Dahulu, pendidikan kita berpusat pada guru, sekarang paradigma terbaru bagaimana cara mengaktivasi sumber belajar. Harapan saya dalam forum yang bergengsi ini kita akan mendapat rekomendasi baru dari ranah Minang untuk kita sumbangkan pada perjalanan pendidikan, 2 sampai 3 tahun ke depan, " kata rektor Universitas Negeri Medan itu.



Sumber: Suara Pembaruan