Hanya 5,51% Peserta Lolos SNMPTN UGM

Hanya 5,51% Peserta Lolos SNMPTN UGM
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada. ( Foto: ugm.ac.id )
Fuska Sani Evani / AB Sabtu, 23 Maret 2019 | 08:49 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menerima 1.728 calon mahasiswa program sarjana melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019. Jumlah tersebut hanya 5,51 persen dari total peminat. Calon mahasiswa terbagi dalam kelompok program studi sains dan teknologi (saintek) sebanyak 1.216 orang dan kelompok program studi sosial humaniora (soshum) sebanyak 512 orang. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan (PPK), Prof Djagal Wiseso Marseno menjelaskan calon mahasiswa yang diterima dalam program SNMPTN UGM diseleksi melalui rekam jejak prestasi akademik.

“Terjaring dari 31.198 total peserta SNMPTN yang mendaftar di UGM," ujar Djagal Wiseso Marseno di Yogyakarta, Jumat (22/3/2019).

Djagal Wiseso Marseno menyampaikan untuk kelompok program studi saintek pada SNMPTN UGM ‎kali ini, peminat terbanyak pada program studi farmasi, kedokteran, dan teknik sipil. Untuk kelompok program studi soshum adalah psikologi, manajemen, dan hukum. Program studi dengan tingkat seleksi terketat terjadi pada program studi ilmu aktuaria, teknologi informasi, dan statistik untuk kelompok saintek dan pariwisata, ilmu hubungan internasional, dan ilmu komunikasi untuk soshum.

Setelah ‎dinyatakan diterima di UGM, kata Djagal Wiseso Marseno, calon mahasiswa harus membuat akun melalui laman um.ugm.ac.id dan mengisi biodata serta mengunggah dokumen yang disyaratkan mulai 4 April 2019 pukul 13.00 WIB sampai 10 April 2019 pukul 23.59 WIB.

Djagal Wiseso Marseno mengimbau calon mahasiswa untuk mempersiapkan dokumen yang akan diunggah seawal mungkin agar pengisian biodata bisa dilakukan dengan lebih baik sesuai waktu yang telah ditentukan. Calon mahasiswa yang tidak mengunggah data sampai dengan 10 April 2019 pukul 23.59 WIB dianggap melepaskan haknya sebagai mahasiswa UGM pada tahun akademik 2019/2020. 



Sumber: Suara Pembaruan