Segera Berdiri, Universitas Katolik di Ruteng

Segera Berdiri, Universitas Katolik di Ruteng
Kunjungan tim Kemristekdikti di STKIP Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 22 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu / Willy Grasias )
Willy Grasias / HA Sabtu, 23 Maret 2019 | 20:05 WIB

Ruteng, Beritasatu.com - Selangkah lagi Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. Paulus (Stikes) Ruteng akan bergabung menjadi Universitas Katolik Indonesia (UKI) St. Paulus Ruteng.

Sesuai syarat tentang pendirian universitas, beberapa tahapan sudah dilewati. Tim dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) telah melakukan peninjauan lapangan di Kampus STKIP St. Paulus Ruteng akhir pekan ini.

"Kegiatan visitasi yang kami lakukan ini merupakan salah satu syarat untuk diberikannya izin mendirikan Universitas. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan peluang kepada masyarakat mengenyam pendidikan tinggi," kata Ketua tim Silvia.

"Fasilitas pendukung utama yang telah disiapkan oleh Yayasan Pendidikan ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik-baiknya.”

Menurut Sivia, pada prinsipnya pemerintah sangat mendukung penggabungan dua sekolah tinggi ini, dengan penambahan program studi baru yaitu pertanian.

Ketua STKIP Romo Dioses John Boylon mengatakan kunjungan tim Kemristekdikti ini sangat penting untuk menentukan legalitas penyatuan STKIP dan Stikes St. Paulus menjadi Universitas.

"Tinjuan yang dilakukan mencakup antara lain kelengkapan dan kualifikasi akademik, calon dosen setiap program studi yang akan dibuka di universitas hasil penyatuan, penambahan program studi yaitu Fakultas Pertanian dengan jurusan tehnologi industri pertanian dan ketersediaan lahan untuk PTS hasil penyatuan sesuai persyaratan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai Deno Kamelus menyampaikan apresiasinya atas berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk pembentukan Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, termasuk kunjungan dari Kemristekdikti.

"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah berkenan memutuskan (akan) memberikan status lembaga ini menjadi Universitas Katolik Indonesia," ujar Deno.

Bupati yang juga mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Undana itu menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai membuka ruang yang luas untuk kerjasama dengan seluruh pihak yang dapat mempercepat proses tersebut.

Kerjasama yang telah terjalin selama ini antara pemerintah dengan dua lembaga pendidikan di bawah YAPESPAR atau yayasan pendidikan St Paulus Ruteng itu termasuk bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dukungan fasilitas gedung dan laboratorium, dan lain-lain.

Selain itu, kehadiran Stikes St. Paulus menurutnya, juga telah membantu peningkatan kualitas tenaga-tenaga kesehatan di Kabupaten Manggarai.

"Dengan hadirnya Stikes, tenaga-tenaga medis yang berkarya di tiga (pemerintah) daerah, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat tidak harus meninggalkan tugas pokok mereka untuk meningkatkan kapasitas dan jenjang pendidikannya. Itu adalah bentuk kerjasama lainnya," paparnya.

Sementara itu, hal lain yang juga sudah dilakukan selama ini adalah dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk ketersediaan tenaga pengajar.

"Kita juga sudah membuat MOU antara lembaga ini dengan pemerintah daerah, termasuk juga dukungan tenaga-tenaga pengajar yang berijazah S2 (di pemerintah daerah) yang memang dibutuhkan oleh lembaga ini," jelas Bupati Manggarai. Ditambahkannya, bentuk kerjasama di bidang kesediaan tenaga pengajar ini akan terus ditingkatkan pada waktu-waktu mendatang.

Menurut Deno, berbagai bentuk kerjasama ini dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Manggarai menilai kehadiran lembaga pendidikan ini membawa banyak manfaat bagi pembangunan di daerah ini, baik pembangunan sumber daya manusia maupun bidang-bidang lainnya.

Dirinya menambahkan jika nanti telah menjadi universitas maka manfaat yang diperoleh akan semakin besar seiring dengan peluang kerjasama yang bertujuan membangun daerah ini.

Kunjungan lapangan Kemristekdikti berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (23/3/2019). Pertemuan bersama staf Kemenristek dan staf LLDIKTI Wilayah 8 yang dilaksanakan pada hari ini dihadiri juga oleh sejumlah tokoh agama, para dosen, pengurus yayasan dan undangan lainnya.

Kunjungan dari Dirjen Kelembagaan tersebut adalah bagian dari rangkaian persiapan menuju terbentuknya Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng yang berada di bawah naungan Yayasan St. Paulus Ruteng.



Sumber: BeritaSatu.com