Hari Ini, UTBK Gelombang Pertama Diikuti 698.505 Peserta

Hari Ini, UTBK Gelombang Pertama Diikuti 698.505 Peserta
Sejumlah peserta mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis Komputer (Computer Based Test) ( Foto: Antara/Indriarto Eko Suwarso )
Maria Fatima Bona / WBP Sabtu, 13 April 2019 | 09:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dilakukan dalam dua kali. Untuk gelombang pertama dilaksanakan pada 13 dan 14 April 2019. Berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) gelombang pertama diikuti 698.505 peserta yang terdiri dari 516.927 peserta reguler dan 181.578 peserta bidikmisi (biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu dan memiliki potensi akademik).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, peserta dapat mengikuti UTBK dua kali. Apabila nilai kurang memuaskan, bisa mengulang pada gelombang berikutnya. Adapun pengumuman hasil UTBK 2019 paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan. "Nilai terbaik yang diajukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang diinginkan. Sudah ada nilainya, sudah tidak ada ujian lagi setelah itu. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” kata Mohamad Nasir di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Mohamad Nasir menyebutkan, masuk SBMPTN lewat jalur UTBK menunjukkan peningkatan layanan pendidikan semakin baik. Skema UTBK ini hasil studi banding dari negara di Eropa dan Amerika. "Peneriamaan mahasiswa di  Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengunakan skema hasil Tes SAT atau (Scholastic Aptitude Test)," kata Mohamad Nasir.

Dengan mengantongi hasil tes UTBK ini, menurut Mohamad Nasir, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan PTN mana yang lebih berpeluang. Selain itu, UTBK juga menghemat anggaran karena dilakukan online. Peserta dapat mengikuti UTBK dari mana saja sesuai jadwal tanpa harus mendatangi perguruan tinggi yang diinginkan," kata Mohamad Nasir.

“Kami harap skema UTBK ini bisa membantu rakyat Indonesia. Enggak usah berbondong-bondong ujian di Jakarta, katakan dari Papua untuk mendaftar di UI, enggak usah ujian di Jakarta, dapat menjalankan ujian di Papua, atau sebaliknya,” terang mantan rektor Univertias Diponegoro (Undip) ini.

Sementara Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengatakan,  UTBK gelombang kedua dilaksanakan pada 11 hingga 26 Mei 2019 dengan total peserta 597.115 peserta yang terdiri dari 419.049 peserta reguler dan 178.066 peserta bidikmisi.

Ravik Karsidi menyebutkan, dari jumlah peserta UTBK gelombang kedua tersebut yang mengikuti kelompok ujian Saintek 304.301 peserta dan kelompok ujian soshum 292.814 peserta dengan kapasitas ruang ujian 27.031 ruang di 73 PTN Pusat UTBK.

Ravik Karsidi mengimbau kepada semua pihak agar berperan aktif menjaga suasana pelaksanaan UTBK 2019 berlangsung tertib, aman dan nyaman. “Selama berlangsungnya UTBK 2019 pihak luar tidak diperbolehkan memasuki ruang ujian, kecuali panitia,” ujar Ravik Karsidi.

Sebagai informasi, pada pelaksanaan UTBK gelombang pertama Sabtu (13/4), Menteri Nasir bersama Ravik Karsidi dijadwalkan meninjau langsung di FK Universitas Indonesia (UI) Salemba.



Sumber: Suara Pembaruan