Tiga Perempuan Lolos Pemilihan Rektor UI

Tiga Perempuan Lolos Pemilihan Rektor UI
Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. rer. nat Rosari Saleh saat berbicara dalam konferensi “Fostering Research to Manage the Global Health” bal Health” yang diikuti ratusan peneliti dosen dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri di Bali. ( Foto: ist )
Yudo Dahono / YUD Senin, 12 Agustus 2019 | 19:08 WIB

Depok, Beritasatu.com - Panita Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) Universitas Indonesia mengumumkan 21 nama yang terjaring untuk periode 2019-2024. Ke-21 nama tersebut, di mana tiga diantaranya adalah perempuan berhasil terpilih dari 39 Bakal Calon Rektor UI yang melakukan pendaftaran.

Ke-21 nama tersebut telah melalui proses penjaringan P3CR UI dengan menilai rekam jejak, kelengkapan administrasi serta berbagai informasi pendukung lainnya.

Tiga perempuan yang berhasil lolos penjaringan pemilihan Rektor UI adalah Rosari Saleh dari FMIPA, Agustin Kusumayati dari FKM dan Mutiara Hikmah dari FH.

Sedangkan FMIPA menjadi fakultas yang paling banyak mengajukan calon rektor. Selain Rosari yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi UI, FMIPA juga diwakili Yasman yang menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi. Dan Dekan FMIPA, Abdul Haris. Menariknya Haris baru dikukuhkan menjadi Guru Besar UI dengan gelar profesor sehari sebelum mengajukan pendaftaran sebagai calon rektor.

Dari 21 nama kandidat, tujuh diantaranya bergelar profesor. Para profesor itu adalah Hikmahanto Juwana yang belakangan banyak menghiasi media karena menentang rektor asing. Kemudian profesor ahli fertilitas dari Fakultas Kedokteran yakni Budi Wiweko, Komisaris Utama BNI yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Ari Kuncoro, Edvin Aldrian, Wakil Rektor Bidang I UI yakni Bambang Wibawarta, Abdul Haris dan Rosari.

Selain dari internal UI, P3CR menjaring 10 calon dari luar UI atau hampir setengah dari 21 calon lolos administrasi.

Pada tahapan selanjutnya, para calon rektor terjaring akan mengikuti proses berikutnya di P3CR. Di mana proses penyaringan akan dilakukan pada 14-28 Agustus. Dari 21 orang akan terpilih 20 calon rektor tersaring diumumkan pada 2 September 2019. Proses penyaringan oleh Pansus Pilrek akan mengerucutkan jumlah dari 20 menjadi 7 orang calon pada 2-15 September. Dari tujuh, kemudian akan dipilih tiga besar yang akan dipilih Majelis Wali Amanat menjadi satu orang rektor definitif yang akan diumumkan pada 16 September mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com