Perpusnas Apresiasi Pejuang Literasi

Perpusnas Apresiasi Pejuang Literasi
Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka diberikan kepada institusi/lembaga dan perorangan yang berkontribusi tinggi dalam pengembangan perpustakaan, literasi dan minat baca di Indonesia. Malam apresiasi ini diselenggarakan Perpustakaan Nasional di Djakarta Theater, Kamis (5/9/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 6 September 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali menyelenggarakan “Gemilang Perpustakaan Nasional”, di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (5/8). Acara ini mempersembahkan penghargaan tertinggi yaitu Nugra Jasadharma Pustaloka, kepada pihak-pihak yang dianggap memberikan kontribusi besar bagi pengembangan perpustakaan, literasi, dan minat baca di daerahnya.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, menyebut perhelatan ini merupakan wujud dari Undang-undang tentang Perpustakaan Nomor 43/2007. Di situ dinyatakan, pusat dan daerah memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pembudayaan gemar membaca.

“Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang telah mendedikasikan pikiran, waktu, tenaga dan sumber daya terbaik miliknya, atas semua inovasi untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat melalui perpustakaan. Nugra Jasadharma Pustaloka tidak hanya sekadar piagam dan piala, tetapi kesejahteraan masyarakat sebagai dampak nyata penguatan literasi adalah penghargaan dan piala yang sesungguhnya,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Syarif menambahkan, pelaksanaan Gemilang Perpustakan Nasional dan pemberian Nugra Jasadharma Pustaloka ini sejatinya merupakan pesta dan kebahagiaan bagi seluruh insan perpustakaan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Ini merupakan perayaan atas proses pemenuhan hak masyarakat dalam mendapatkan akses informasi dan ilmu pengetahuan. Insan perpustakaan senantiasa memandang bahwa mereka harus terus bergerak dan berkarya nyata, dalam upaya memobilisasi pengetahuan untuk kesejahteran masyarakat,” terangnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin, turut mengapresiasi penghargaan ini. "Kita akan jadikan literasi pustaka sebagai salah satu indikator penilaian supaya dana insentif pengembangan bisa meningkat dan Indonesia menjadi negara terdepan dalam literasi," katanya.

Nugra Jasadarma Pustaloka 2019 diberikan untuk kategori lomba pustaka, lomba bercerita (story telling), lomba perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK/MA, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, pustakawan berprestasi, pelestari naskah, birokrat, tokoh masyarakat, masyarakat, jurnalis, media massa, dan lifetime achievement.

Penerima Nugra Jasadarma Pustaloka antara lain, Sosiawan Leak dalam kategori buku terbaik, Arda Putri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kategori pustakawan terbaik, dan J.N.B Tairas peraih lifetime achievement.

Gemilang Perpustakaan Nasional 2019 dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, gubernur, bupati, wali kota, kepala dinas perpustakaan, Duta Baca Nasional dan daerah, pegiat minat baca dan literasi, organisasi profesi, dan mitra perpustakaan.

Apresiasi yang diberikan diharapkan makin memacu sinergit antara para pejuang literasi dari unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menghadirkan virus kegemaran membaca mulai dari keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, daerah terpencil, daerah pedalaman, hingga daerah terluar Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan