Ibu Negara dan Ibu JK Dialog soal Bahaya Narkoba dan Hoax

Ibu Negara dan Ibu JK Dialog soal Bahaya Narkoba dan Hoax
Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla serta para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) di Akademi Angkatan Udara, Jumat, 6 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos KY Paath )
Carlos KY Paath / WBP Jumat, 6 September 2019 | 17:30 WIB

Sleman, Beritasatu.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara "Sosialisasi Bahaya Narkoba, Hoax, Bullying dan Pornografi kepada Taruna Akademi TNI dan Polri serta Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan se-Yogyakarta". Acara yang merupakan program Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) ini berlangsung di Gedung Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (6/9/2019).

"Saya bersama Ibu JK mau memberi pertanyaan. Tadi sudah diberi sosialisasi narkoba, seandainya teman kamu kena narkoba, bagaimana saran untuk teman itu?" tanya Ibu Negara kepada salah satu peserta, Faisal.

Mengawali jawabannya, Faisal menjelaskan faktor yang menyebabkan terjerumus narkoba yaitu individu, dan lingkungan, termasuk keluarga. Menurut Faisal, mereka yang memakai narkoba, karena ingin melarikan diri dari masalah, termasuk faktor spiritual.

"Saya akan mendekatkan kembali teman yang terkena narkoba kepada Tuhan Yang Maha Esa, kembali kepada jalan yang benar. Indonesia memiliki BNN (Badan Narkotika Nasional). Lembaga yang mencegah dan menanggulangi pengguna narkoba. Saya akan bawa teman ke tempat rehabilitasi untuk diperbaiki dan diserahkan ke masyarakat agar dapat berbuat baik lagi," tutur Faisal.

Ibu Negara kembali melontarkan pertanyaan bagaimana seandainya rekannya itu masih memakai narkoba secara rutin. Faisal menyatakan, dirinya bakal langsung menyerahkan temannya ke polisi.

Ibu Negara pun merespons jawaban itu dengan menyebut, "'Enggak mau saya, mana suratnya? Saya enggak mau diserahkan ke polisi.' Kalau begini, sarannya bagaimana lagi? Masih nekat temanmu ini," ucap Iriana.

Peserta lainnya, Sihombing diminta membantu menjawab. "Untuk teman kita terkena narkoba, memberikan kepada pihak berwenang supaya sadar. Apabila tidak diterima, kita memberi efek jera, seperti sanksi supaya tidak semena-mena," kata Faisal.

Ibu Negara menyebut, "'Saya ngumpet, lari, enggak bisa kejar'. Masih dicari kah?," tanya Iriana seraya dijawab oleh Faisal, "Siap masih." Ibu Negara mengapresiasi jawaban tersebut. "Nekat masih nyari. Baik, terima kasih," ucap Iriana yang memberikan dua buah laptop kepada Faisal dan Sihombing.

Sementara Ibu Mufidah menanyakan mengenai jejak yang ditimbulkan dalam dunia maya. "Seluruh aktivitasmu di internet dan media sosial akan menimbulkan jejak. Disebut apa jejak itu?," tanya Ibu Mufidah.

Peserta yang ditanya menjawab jejak digital. "Jejak dimaksud tadi sering disebut jejak digital. Pasti masih ada data-data tersimpan di internet walau kita sudah berusaha menghapus," jawab peserta itu.

Rombongan OASE KK turut mendampingi kunjungan Ibu Negara dan Ibu Mufidah di acara tersebut. Pada kesempatan itu, para peserta membacakan ikrar kebulatan tekad pemuda pemudi Indonesia yang berbunyi sebagai berikut:

1. Senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Menjaga kelangsungan hidup NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
3. Menolak narkoba dan sejenisnya sepanjang hayat di kandung badan;
4. Menolak segala berita hoaks, ujaran kebencian dan pornografi dalam kehidupan sehari;
5. Menolak aksi kekerasan dalam pergaulan kehidupan asrama, kampus maupun di lingkungan masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com