Unipma Bumikan Enam Komitmen untuk Bangsa dan Negara

Unipma Bumikan Enam Komitmen untuk Bangsa dan Negara
Rektor Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) Dr H Parji MPd memasangkan topi kepada mahasiswa baru tanda dimulainya Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi 1221 mahasiswa baru perguruan tinggi tersebut, Selasa (10/09/2019). ( Foto: istimewa )
Willy Masaharu / WM Rabu, 11 September 2019 | 20:13 WIB

Madiun, Beritasatu.com - Universitas PGRI Madiun (Unipma) membumikan enam komitmen bagi 1.221 mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Enam komitmen ini ditanamkan kepada mahasiswa baru, yang menjalani masa PKKMB dari 10-14 September 2019, agar menjadi generasi yang siap menjadi tulang punggung dan pemimpin bangsa serta negara. Ini sekaligus untuk mencapai visi Unipma, yakni menghasilkan lulusan yang cerdas, berdaya saing, dan mempunyai kemampuan berwirausaha.

Keenam komitmen itu meliputi tata dasar bela negara, ancaman radikalisme dan terorisme, ancaman bahaya narkoba, pembentukan generasi berkarakter antikorupsi, perwujudan kerukunan antarumat beragama dan kemandirian dalam karya (kewirausahaan).

Demikian ditegaskan oleh Rektor Unipma, Dr H Parji MPd dalam rilisnya kepada media pada Rabu (11/9/2019). Dalam PKKMB ini dihadirkan empat narasumber yakni Bupati Madiun, Wali Kota Madiun, Bupati Magetan dan Bupati Ngawi, Danrem Madiun, Kapolresta Madiun dan Ketua BNN JawaTimur.

Menurut Parji, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan lima program sasaran prioritas yang meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan penggunaan APBN. Dalam mencapai 5 (lima) program prioritas itu diperlukan prasyarat utama yakni membangun keteguhan dan kekokohan ideologi Pancasila, kesatuan bangsa dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Artinya dalam konteks ini pemerintah Indonesia akan membangun jiwa atau karakter bangsa sebagai dasar membangun badan (fisik). Ini seperti yang ada dalam lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, - Bangunlah Jiwanya dan baru Bangunlah Badannya,” tegas Dr Parji, satu-satunya Rektor Perguruan Tinggi yang menerima Wira Karya Kencana (WKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada bulan Juli 2019.

Menurut Rektor Unipma itu, tugas perguruan tinggi yang utama adalah membentuk SDM unggul yang siap untuk bekerja dan memiliki keahlian. Pesan yang termuat dalam SDM Unggul – Indonesia Maju menjelaskan bahwa perguruan tinggi harus membentuk generasi yang berkarakter seperti yang dipersyaratkan untuk mencapai 5 (lima) program perioritas tersebut. Oleh karena itu, masih menurut Dr Parji, Unipma dalam PKKMB secara khusus membumikan kembali nilai-nilai utama karakter bangsa Indonesia.

“Perguruan tinggi di Indonesia harus melakukan penyemaian kembali nilai-nilai karakter bangsa. Kita bisa melihat kondisi ipoleksosbudhankam Indonesia dihadapkan pada isu utama yakni radikalisme dan terorisme, serta nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila dan sebagian dari perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan terpapar oleh gerakan radikalisme. Sehingga kita paham bahwa ketika ideologi lain dan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila dibiarkan bertumbuh, pada saat itu pula Persatuan Indonesia terancam,” tegasnya.

Selain itu, Dr Parji menjelaskan bahwa Unipma juga memersiapkan perkualiahan blended learning melalui eLMA. Dengan memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pengembangan teknologi informasi di segala dimensi kehidupan industri, generasi millenial memerlukan inovasi pembelajaran yang futuristik berbasis Student Center Learning. Unipma sebagai salah satu kampus pencetak lulusan kompetitif mengembangkan sistem e-learning untuk mendukung kualitas perkuliahan.

“eLMA atau e-learning UNIPMA merupakan inovasi pembelajaran online yang dikembangkan oleh tim Unipma, untuk menjawab tantangan era revolusi industri 4.0. Sistem ini merupakan kolaborasi Belmawa Kemenristekdikti dan Unipma melalui program Pembelajaran Berpusat Pada Mahasiswa Berbasis Teknologi Informasi (PBMBTI) tahun 2019. E-Learning ini untuk memfasilitasi proses belajar mahasiswa secara mandiri dengan dilengkapi fitur yang lengkap dan kompleks. UNIPMA siap untuk melaksanakan eLMA dimulai perkuliahan semester gasal tahun akademik 2019/2020,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan