Bahlil Lahadalia Luncurkan Buku untuk Menginspirasi Anak Muda

Bahlil Lahadalia Luncurkan Buku untuk Menginspirasi Anak Muda
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2015-2018, Bahlil Lahadia (berdiri), saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KNPI di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara. ( Foto: Istimewa )
Novy Lumanauw / AMA Senin, 16 September 2019 | 12:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia meluncurkan buku berjudul “Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri” di sela penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Himpi, yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, pada Senin (16/9/2019).

Peluncuran ditandai penyerahan buku secara simbolis yang dilakukan Bahlil kepada Presiden Jokowi, yang hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Buku yang ditulis wartawati senior Neneng Herbawati dan diterbitkan Penerbit Igico, menceritakan tentang lika-liku perjalanan hidup Bahlil, seorang pengusaha nasional asal Papua yang mengawali perjuangannya dari seorang kondektur angkutan umum (Angkot) hingga menjadi pengusaha nasional yang sukses.

“Saya berterima kasih mendapat kepercayaan untuk menuliskan buku tentang perjalanan hidup Pak Bahlil. Tujuan penulisan buku ini sebenarnya sebagai legacy Pak Bahlil disaat mengakhiri kepemimpinannya di Hipmi selama 4,5 tahun,” jelas Neneng.

Ia mengatakan, proses penulisan hingga pencetakan buku terbilang singkat. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan lamanya. Tepatnya, pada pekan ketiga bulan Mei 2019, Bahlil memintanya menulis buku yang dapat memotivasi generasi muda Indonesia agar berani mengatasi berbagai tantangan yang menghadang.

“Riset dan wawancara berlangsung satu setengah bulan lamanya. Sedangkan proses editing juga selama satu setengah bulan,” jelas dia.

Neneng mengaku bangga dalam penulisan buku ini turut berkontribusi sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.

“Pada suatu kesempatan (Juli), saya sebagai relawan Jokowi-Ma’ruf diundang ke Istana Kepresidenan Bogor. Saat itulah, saya meminta Bapak Presiden Jokowi untuk menuliskan Kata Pengantar untuk buku “Bahlil Lahadalia, Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri.” Alhamdulillah, Bapak Presiden langsung mengiyakan,” jelas Neneng.

Disebutkan, Presiden Jokowi, secara eksplisit memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi gemilang Bahlil di sepanjang perjuangannya meraih kesuksesan.

“Tidak ada prestasi yang sempurna tanpa kerja keras, dedikasi, keberanian, daya juang, dan kecerdasan. Tidak ada capaian yang lebih baik dibanding yang lainnya, jika tanpa langkah yang cepat, smart shortcut, dan selalu bisa mengubah strategi untuk menghadapi pesaing. Hal-hal inilah yang membuat keterbatasan menjadi kekuatan, ketidak mugkinan menjadi peluang, dan mengubah langkah sederhana menjadi lompatan,” kata Presiden Jokowi mengawali Kata Pengantarnya.

Kepala Negara mengungkapkan, berangkat dari segala keterbatasannya, dan sejak kecil harus bersiasat untuk bisa hidup lebih baik dari sebelumnya, seorang anak Papua yang pernah tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berhasil meniti sukses hingga meraih posisi terhormat di panggung nasional.

“Dialah Saudara Bahlil Lahadalia, yang ketika buku ini ditulis dalam posisi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi). Prestasi ini, menurut saya luar biasa,” kata Kepala Negara.

Disebutkan, posisi ketua umum BPP Hipmi yang biasanya dipegang oleh keluarga pejabat tinggi atau pengusaha sukses tingkat nasional, kali ini dipegang oleh Bahlil yang notabene berasal dari keluarga sederhana dari Papua. Diakuinya, proses pematangan diri sebelum sampai pada posisi ketua umum BPP Hipmi bukanlah jalan yang mudah.

“Saudara Bahlil yang tumbuh dari keluarga sangat sederhana, yang semasa kecilnya pernah jualan kue, serta pernah menjadi kondektur dan supir angkutan umum untuk bisa kuliah di Jayapura. Semua ini adalah proses pematangan diri dan penguatan karakter yang siap berjuang menghadapi tantangan yang berat,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: Rilis