Pentingnya Peran PR Mengelola Citra Organisasi

Pentingnya Peran PR Mengelola Citra Organisasi
President of ASEAN PR Network, Prita Kemal Gani, menyampaikan paparan dalam seminar ASEAN Spot di The Amani Palladium Theater, LSPR Transpark, Juanda, Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. LSPR )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 2 Oktober 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ASEAN PR Network berkolaborasi dengan LSPR Centre for ASEAN Creativepreneurship Studies kembali menggelar seminar ASEAN Spot untuk keenam kalinya, Senin (30/9/2019), di The Amani Palladium Theater, LSPR Transpark, Juanda, Bekasi.

ASEAN Spot LSPR

Baca Juga: KNP2K Dorong Kualitas Penelitian Bidang Komunikasi

Mengangkat tema PR and The Art of Branding, seminar ini menghadirkan lima pembicara yaitu, President of ASEAN PR Network Prita Kemal Gani, Kepala Bagian Publikasi, Liputan dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat Fajar Ginanjar, Deputy Permanent Representative Charge d'Affaires of The Phillipine Mission Noel M Novico, Senior Vice President Trade Partnership Lifestyle Category BliBli Marvie Samala, dan 4th Runner Up Miss Indonesia sekaligus founder Student Beyond Border & UN Habitat Global Ambassador Magdalena Rosari Ndona.

Dalam paparannya, Prita Kemal Gani menguraikan tentang profesi Public Relations (PR) dan fungsinya dalam membangun pemahaman dan ketertarikan publik mengenai sebuah organisasi.

"Public Relations harus mampu mengelola dan memelihara citra, serta mendistribusikan pesan yang benar kepada masyarakat dan publik yang disasarnya. Berdasarkan survei, reputasi pemimpin di sebuah organisasi mencapai 45 persen. Sedangkan sisanya adalah para staf, logo dan produk. Tentunya, merupakan hal yang penting untuk mempunyai pemimpin yang baik,” ujar Prita Kemal Gani.

Baca Juga: Jurusan Public Relations Makin Diminati Milenial

Menurut Prita, PR and The Art of Branding sengaja dipilih menjadi tema seminar karena saat ini branding merupakan salah satu hal yang esensial baik bagi tujuan personal maupun sebuah organisasi.

"Melalui seminar ini, diharapkan peserta dapat mengetahui strategi komunikasi yang tepat untuk digunakan agar dapat menghasilkan branding yang baik dan tepat sasaran,” tandas Prita Kemal Gani.

Sementara itu, Kepala Bagian Publikasi, Liputan dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Fajar Ginanjar, menyampaikan, menjadi seorang humas merupakan sebuah tantangan besar dan sekaligus juga bagian dari ibadah.

"Kita dituntut oleh masyarakat untuk memberikan informasi baik, agar terciptanya kehidupan bernegara yang aman dan damai melalui program-program yang telah dipersiapkan,” kata Fajar Ginanjar.

Sebagai informasi, ASEAN Spot merupakan platform creative-networking hasil kolaborasi ASEAN PR Network (APRN) dan LSPR Centre for ASEAN Creativepreneurship Studies (CACS) yang dimulai sejak September 2018. Pada series sebelumnya, ASEAN Spot menghadirkan pembicara dengan berbagai macam latar belakang.

 



Sumber: BeritaSatu.com