Tripatra Dukung Peningkatan SDM Unggul di Bidang Engineering

Tripatra Dukung Peningkatan SDM Unggul di Bidang Engineering
PT Tripatra Engineers and Constructors, menggelar kegiatan Engineering Camp Tripatra untuk para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Tangerang Selatan, Kamis (3/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 3 Oktober 2019 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (EPC), menggelar kegiatan Engineering Camp Tripatra untuk para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Tangerang Selatan, Kamis (3/10/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, khususnya di bidang teknik keinsinyuran (engineering).

Presiden Direktur PT Tripatra Engineers and Constructors, Dhira Nandana, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan pembelajaran interdisiplin Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) kepada para siswa SMP di sekitar wilayah operasi Tripatra.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang EPC, kekuatan kami adalah sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam penguasaan teknik keinsinyuran dan tentunya di masa depan kami tetap membutuhkan banyak SDM yang menguasai teknik. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mulai memperkenalkan dunia engineering kepada para siswa SMP, supaya menumbuhkan minat dan punya keinginan lebih luas untuk berkarya ataupun memiliki keinginan berkembang lebih jauh di bidang teknik," ujar Dhira Nandana.

Menurut Dhira, ketersediaan ahli-ahli keteknikan yang berkualitas sangat diperlukan untuk mampu mengoptimalkan beragam potensi sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Berdasarkan data UNESCO Institute For Statistic, Indonesia menduduki urutan keenam sebagai negara yang menghasilkan lulusan teknik terbanyak di setiap tahunnya. Namun, peringkat tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan profesi insinyur tanah air, dimana proporsi insinyur terhadap total penduduk Indonesia masih sangat sedikit.

Indonesia berpotensi mengalami kekurangan sebanyak 280.000 insinyur dalam lima tahun ke depan. Bahkan, berpeluang kekurangan 650.000 insinyur dalam 10 tahun ke depan. Selain itu, menurut data ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), dari total 750.000 insinyur yang ada di Indonesia, hanya sekitar 9.000 orang saja yang bekerja sebagai insinyur profesional.

"Percepatan pembangunan nasional membutuhkan ahli-ahli di bidang keteknikan yang andal dan berkualitas. Sudah selayaknya, pembangunan Indonesia dapat dilakukan oleh ahli-ahli keteknikan anak bangsa," tambah Dhira Nandana.

Kedepannya, lanjut Dhira, Indonesia masih sangat membutuhkan keterlibatan banyak insinyur-insinyur yang berkualitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bangsa.

"Oleh karena itu, di usianya yang ke-46 tahun ini, Tripatra terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam pengembangan sains dan ilmu keteknikan sebagai kunci dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa, serta mempersiapkan generasi unggul yang siap membangun negara," tegas Dhira Nandana.



Sumber: BeritaSatu.com