Insentif Kemristekdikti Lahirkan 1.307 Startup

Insentif Kemristekdikti Lahirkan 1.307 Startup
Menristekdikti, Mohamad Nasir, meninjau I3E di JCC, Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 3 Oktober 2019 | 18:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kemunculan 1.307 startup atau pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) yang dilahirkan lewat pendanaan dan insentif Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dalam lima tahun terakhir menunjukkan inovasi di Indonesia sudah mulai tumbuh.

Hal itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, dalam pembukaan Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis (3/10/2019).

Baca Juga: Teknologi Dorong Masyarakat Bangun Bisnis Rintisan

Dibandingkan Iran dalam kurun waktu tahun 2004 hingga 2014 telah melahirkan 1.000 startup, sebelum tahun 2015 kelahiran startup di Indonesia hanya 8 startup hingga 15 startup saja.

Menurut Nasir, terjadi lompatan startup dari tahun 2015 hingga 2019 yang mencapai 1.307 startup, yang terdiri dari 749 startup atau PPBT dan 558 calon PPBT (CPPBT). Masing-masing startup akan diberi insentif sekitar Rp 250 juta hingga Rp 500 juta untuk mengembangkan dan pendampingan teknologi.

"PPBT ini berkontribusi terhadap gross domestic product (GDP) kita. Produk lokal terbukti memiliki ketahanan (resilience) tinggi dan keberlanjutan dan membuat suatu bangsa memiliki daya saing," ungkap Nasir.

Baca Juga: SDM Melek Teknologi Topang Ekonomi Berbasis Inovasi

Sementara, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe menyatakan, I3E yang kelima kalinya ini agak berbeda dengan I3E di tahun-tahun sebelumnya, karena disuguhkan dengan isi pameran yang lebih lengkap.

"Ada produk inovasi PPBT, inovasi yang sudah dibuat skala industri dan menampilkan berbagai produk inovasi yang sejalan dengan semangat rencana pembangunan menengah nasional di delapan bidang," papar Jumain Ape.

Adapun kedelapan bidang tersebut antara lain, pangan, kesehatan dan obat, teknologi informasi dan komunikasi, material maju, pertahanan keamanan, kemaritiman dan energi.

Jumain menyebutkan, I3E yang akan digelar hingga 6 Oktober 2019 dan mengusung tema Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa menampilkan 404 produk atau inovasi yang terdiri dari 249 hasil produk inovasi dari program pendanaan PPBT, 132 produk inovasi dari program pendanaan CPPBT, dan 23 produk inovasi dari pendanaan inovasi industri yang semuanya adalah karya anak negeri.



Sumber: Suara Pembaruan