Fakultas Teknik UI Membumikan Engineering untuk RI

Fakultas Teknik UI Membumikan Engineering untuk RI
55 tahun Fakultas Teknik UI mendorong engineering untuk Indonesia. ( Foto: Dok FT UI )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 8 November 2019 | 18:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai salah satu fakultas terbesar dan tertua di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik melakukan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan awareness akan pentingnya profesi insinyur.

"Pada usia yang ke-55 tahun ini, Fakultas Teknik UI semakin berkomitmen meningkatkan kontribusi kepada masyarakat," kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Hendri D.S. Budiono dalam keterangan yang diterima redaksi Jumat (8/11/2019).

Edukasi dan sosialisasi ini dilakukan di tengah minimnya lulusan teknik yang bekerja sesuai bidangnya. Hingga tahun 2018, Indonesia memiliki 750.000 orang yang bergelar Sarjana Teknik atau insinyur profesional. Namun hanya 9.000 orang atau 1,2 persen saja dari angka itu yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya.

Sebagai gambaran, engineer atau insinyur, dalam penyebutan sehari-hari adalah setiap orang yang memiliki profesi dalam berbagai bidang keteknikan. Tugas insinyur adalah merekayasa solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan teknologi.

Hendri D.S. Budiono mengatakan, selain menyelenggarakan program pendidikan dengan metode pembelajaran terkini, Fakultas Teknik UI juga mengedepankan riset yang adaptif dan solutif terhadap permasalahan bangsa. Hal itu dipublikasikan melalui Expo dan Pameran Produk Riset Inovasi Unggulan Fakultas Teknik UI di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan pada 7-10 November 2019. "Tujuannya dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap teknologi dan profesi perekayasa (engineer)," kata Hendri D.S. Budiono.

Berbagai pencapaian telah dicapai FT UI selama perjalanan 55 tahun antara lain Zat Alternatif Anti Kanker Serviks dari racun duri ikan Lionfish yang berhasil medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Smart-belts sabuk pengaman dengan sensor untuk pesawat terbang, Cleft Sintesa simulator anatomis untuk penanganan bibir sumbing di Indonesia, dan masih banyak lagi. Para dosen peneliti FTUI juga menciptakan berbagai produk riset unggulan seperti Inkubator Bayi Hemat Energi untuk bayi prematur, Ice Slurry Generator pembuat bubur es dari air laut untuk membantu nelayan mengawetkan ikan, Tablet Degasser dan Alfluks dari bahan lokal untuk menghasilkan produk pengecoran logam yang bebas cacat, TaLis - Tabung Listrik solusi bagi permasalahan kebutuhan listrik di daerah tertinggal, Unit Reserve Osmosis yang mengolah air laut menjadi air bersih dan air minum.

Salah satu pencapaian paling membanggakan bagi Fakultas Teknik UI adalah komitmen memberikan akses pendidikan terbaik kepada masyarakat Indonesia terutama di daerah bencana dengan mendirikan enam Sekolah Indonesia Cepat Tanggap (2 sekolah di Lombok, satu sekolah di Sumbawa, dan tiga sekolah di Palu yang baru diresmikan Oktober serta mendapatkan penghargaan FutureArc Asia Pasifik 2019.

Fakultas Teknik UI secara resmi berdiri di Jakarta pada 17 Juli 1964. Saat ini Fakultas Teknik UI memiliki 61 guru besar (terbanyak di Universitas Indonesia), 239 dosen tetap dengan 80 persen bergelar doktor, 5.376 mahasiswa program sarjana, 1.436 mahasiwa program magister, 62 mahasiswa program profesi dan 237 mahasiswa program doktor.



Sumber: BeritaSatu.com