Pencegahan Akses Rokok Bagi Anak Ditingkatkan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pencegahan Akses Rokok Bagi Anak Ditingkatkan

Senin, 18 November 2019 | 16:22 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com– PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Implementasi PAPRA yang dilaksanakan melalui kerja sama komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna, yaitu Sampoerna Retail Community (SRC), sejalan semangat Peraturan Pemerintah 109/2012, yakni anak-anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok.

Director External Affairs Sampoerna, Elvira Lianita, mengatakan, perokok anak di Indonesia merupakan permasalahan kompleks, dan membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat, pendidik, peritel, dan orangtua. “PAPRA melibatkan peran serta masyarakat untuk mengedukasi bahwa anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok, termasuk mencegah akses penjualan,” kata Elvira di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Partisipasi Sampoerna ini dilakukan melalui dua inisiatif, yaitu menempatkan sticker dan wobbler, serta menayangkan video guna mengedukasi para peritel komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna agar tidak menjual rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Saat diluncurkan di bulan Oktober 2013, hanya sekitar 4.800 toko di area Jabodetabek yang berpartisipasi dalam program ini. Kini, program PAPRA telah menjangkau lebih dari 120.000 toko kelontong masa kini di seluruh Indonesia yang tergabung dalam SRC.

Seiring edukasi terus-menerus secara berkelanjutan dan semakin luasnya jangkauan program PAPRA, Sampoerna berharap kesadaran masyarakat akan larangan penjualan rokok kepada anak-anak juga meningkat. "Harapan kami, program seperti ini juga dilakukan dan didukung oleh semua pihak secara berkesinambungan, melalui peran pemerintah, swasta, masyarakat, pendidik, dan orangtua,” ujar Elvira.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan larangan penjualan rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun. Untuk menyukseskannya, diperlukan peran aktif berbagai kalangan, bukan hanya perusahaan.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menanggulangi isu perokok anak di Indonesia," kata dia.

Dukungan seluruh lapisan masyarakat, baik dari pemerintah, produsen seperti Sampoerna, orangtua, pendidik, masyarakat, dan peritel sangat diperlukan. "Tujuannya, untuk mendukung pencapaian tujuan pemerintah menekan angka perokok anak di Indonesia,” kata Abdul Rochim.

Tri, pemilik toko Trijaya yang juga anggota SRC, mendukung komitmen Sampoerna. "Sebagai salah satu retail binaan, kami dibekali ilmu pengelolaan bisnis dengan cara yang bertanggung jawab. Pengusaha toko kini paham bahwa peritel dilarang menjual produk rokok kepada anak-anak,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bom di Medan Terbuat dari Pupuk Urea

Semuanya ini adalah low eksplosif atau bom yang memiliki daya ledak rendah namun demikian ditambah komponen mematikan saat dirakit.

NASIONAL | 18 November 2019

Ini 20 Identitas Tersangka yang Terlibat Bom Bunuh Diri

Mereka dipastikan adalah jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Sumatera Utara.

NASIONAL | 18 November 2019

Kementerian PAN dan RB Beberkan 9 Upaya Sederhanakan Birokrasi

Mengidentifikasi unit kerja eselon III, IV, dan V yang dapat disederhanakan dan dialihkan jabatan strukturalnya.

NASIONAL | 18 November 2019

Terduga Teroris Sumut Rencanakan Penyerangan di Masjid dan Gereja

Sebelum melancarkan serangan itu, para terduga terorisme melakukan pelatihan di sebuah tempat di Kabupaten Tanah Karo, Sumut.

NASIONAL | 18 November 2019

Tes DNA, Jenazah 3 Terduga Teroris Belum Bisa Diserahkan ke Keluarga

Proses pengembalian jenazah masih menunggu Densus 88 melakukan pemeriksaan DNA.

NASIONAL | 18 November 2019

Tembak Mati Teroris Bukan Melanggar HAM

Kelompok aliran keras yang menebar teror di ibu kota Sumut itu merupakan pelaku pelanggaran HAM berat.

NASIONAL | 18 November 2019

PWI Siapkan Pendidikan Jurnalistik Jarak Jauh

Keseragaman berita yang semakin sering mewarnai pemberitaan media massa online tersebut cenderung membuat penghargaan masyarakat terhadap media berkurang.

NASIONAL | 18 November 2019

APCI Bertekad Kuasai Pasar Cat

APCI mendukung program pemerintah mengenai pemenuhan akan tingkat komponen dalam negeri.

NASIONAL | 18 November 2019

Amir dan Istri Bomber Medan Ikut Latihan Paramiliter

"DA juga bersama suaminya ikut ke dalam jaringan JAD pimpinan Y, melakukan iddad (latihan paramiliter) bersama kelompok JAD Y,” kata Dedi Prasetyo.

NASIONAL | 18 November 2019

Kelompok Teroris Sumut Diduga Memulai Gerakannya Sejak 2015

Di lokasi tambak udang, kelompok terduga terorisme itu diduga merakit bom bunuh diri yang digunakan Rabbial melakukan aksi bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

NASIONAL | 18 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS