Perguruan Tinggi Diminta Fokus Lakukan Riset

Perguruan Tinggi Diminta Fokus Lakukan Riset
Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro (kiri). ( Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi )
Ari Supriyanti Rikin / YUD Selasa, 19 November 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro mendorong perguruan tinggi masif melakukan riset. Perguruan tinggi atau universitas ini diminta tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga fokus riset yang berkualitas.

Dengan begitu, pemeringkatan perguruan tinggi akan naik dan secara tidak langsung menarik mahasiswa untuk bergabung. Sebab dosen mengajar tidak hanya melulu text book tapi juga ada unsur penelitiannya.

"Aktivitas perguruan tinggi menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari Kemristek/BRIN. Untuk penelitian butuh kerja sama sehingga perguruan tinggi tidak hanya pengajaran tapi juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat," katanya dalam acara Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi 2016-2018 di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Penilaian dan pemeringkatan dari kinerja penelitian perguruan tinggi ini dilakukan setiap tiga tahun sekali. Dari penilaian tahun 2016-2018 itu ada 47 perguruan tinggi negeri dan swasta yang masuk klaster mandiri. Menristek pun mengapresiasi banyak perguruan tinggi swasta yang masuk kategori mandiri. Dahulu untuk kategori ini masih didominasi perguruan tinggi negeri.

Dari hasil analisis dan verifikasi kinerja penelitian perguruan tinggi periode 2016-2018 terdapat 47 perguruan tinggi masuk kelompok mandiri, 146 kelompok utama, 479 kelompok madya dan 1.305 perguruan tinggi kelompok binaan.

Jumlah perguruan tinggi yang melakukan penelitian di periode tahun 2016-2018 sebanyak 1.977. Meningkat di banding periode 2013-2015 sebanyak 1.447 perguruan tinggi.

Sepuluh besar perguruan tinggi dengan kinerja tertinggi yakni Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Udayana.

Sementara itu perguruan tinggi swasta yang masuk kluster mandiri antara lain Universitas Telkom, Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Petra, Universitas Katolik Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma dan Universitas Tarumanagara.

"Kita akan mendorong perguruan tinggi aktif berkolaborasi dalam melakukan pengembangan riset dengan lembaga pemerintah non kementerian dan lembaga penelitian pengembangan lainnya untuk menghasilkan riset dan inovasi kelas dunia," paparnya.

Oleh karena itu, Kemristek/BRIN akan melakukan sinkronisasi agar terjadi kolaborasi penelitian dan mengacu pada prioritas riset nasional. Dengan begitu diharapkan tidak terjadi lagi tumpang tindih penelitian.



Sumber: Suara Pembaruan