Dies Natalis FIB UI ke-80, Bangun Konektivitas Budaya di Era Digital

Dies Natalis FIB UI ke-80, Bangun Konektivitas Budaya di Era Digital
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis ke-80, di Gedung IX FIB UI, Kampus Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / WBP Selasa, 3 Desember 2019 | 16:04 WIB

Depok, Beritasatu.com - Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis ke-80, bertempat di Gedung IX FIB UI, Kampus Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2019).

Dekan FIB UI Adrianus Waworuntu mengatakan, FIB UI menyadari posisi strategisnya di tengah masyarakat yang sedang mengalami digitalisasi way of life. Sehingga perlu beradaptasi dengan perubahan dan mengubah strategi organisasi. Konektivitas sebagai jantung komunikasi perlu mendapat perhatian khusus dalam bidang ilmu pengetahuan.

"Melalui peringatan Dies Natalis ke-80 FIB UI kami akan menyediakan ruang bagi terhubungnya gagasan manusia, artefak budaya dan memori bagi sivitas FIB UI dan masyarakat umum. Ruang tersebut akan terkoneksi secara berkelanjutan dengan sivitas FIB UI yang dirangkum dalam tema Membangun Konektivitas Budaya di Era Digital," ujar Adrianus Waworuntu usai acara peringatan Dies Natalis.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-80 tahun FIB UI Thera Widyastuti menuturkan penentuan tema, dan diskusi mengarah pada konsep konektivitas budaya. "Kami juga fokus pada tampilan seni dan budaya tahun ini yang mengusung budaya Kalimantan," kata Thera Widyastuti.

Rektor Universitas Indonesia Mohammad Anis menyambut baik tema yang diusung dalam Dies Natalis FIB UI tahun ini. Menurut Anis, tema tersebut sangat cocok dengan konteks masyarakat kekinian yakni digitalisasi gaya hidup yang menjurus pada way of life.

"Saat ini manusia hidup dalam sebuah kondisi yang terhubung secara digital dan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapa pun, dimana pun dan kapan pun. Dengan demikian konektivitas manusia dalam konteks budaya diprediksi akan menciptakan pembangunan lebih baik, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan," kata Mohammad Anis.



Sumber: BeritaSatu.com