Jokowi Minta Jajaran K/L Aktif Membumikan Pancasila

Jokowi Minta Jajaran K/L Aktif Membumikan Pancasila
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / MPA Selasa, 3 Desember 2019 | 17:26 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) aktif melakukan langkah-langkah konkret untuk membumikan ideologi Pancasila di kalangan anak muda.

Presiden Jokowi mengatakan ideologi Pancasila dapat disebarkan menggunakan influencer dan media sosial agar tidak tertinggal oleh ideologi lainnya.

“Semua Kementerian/Lembaga harus mengerti media apa yang harus kita pakai dalam menjangkau 129 juta anak muda. Tembakannya harus mengena, fokus, dan sesuai target,” kata Presiden Jokowi dalam acara Presidential Lecture bertajuk “Internalisasi dan Pembumian Pancasila,” di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).

Hadir dalam acara itu, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, jajaran Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP), menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Presiden Jokowi mengatakan, populasi anak muda di Indonesia sangat besar, yaitu mencapai 129 juta jiwa atau 48% dari total penduduk Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi anak muda. Di dalam setiap kepemimpinan, lanjutnya, baik Kementerian/Lembaga di negara manapun, ideologi dipegang teguh.

“Mestinya di setiap lembaga semuanya sama. Kepemimpinan harus memiliki ideologi, rasa memiliki ideologi itu kelihatan. Tidak mungkin negara sebesar kita, Indonesia bisa kokoh bersatu kalau ideologinya berbeda-beda. Mau ke mana kita kalau seperti itu,” kata Presiden Jokowi.

Dikatakan, setiap produk kebijakan, regulasi, dan perundangan yang dihasilkan pemerintah, rasa ideologi Pancasila harus ada. “Rasa ideologi Pancasila harus ada. Kalau tidak, kita tidak tahu mau ke mana negara kita,” katanya.

Presiden Jokowi mencontohkan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), bahan bakar minyak (BBM) satu harga, dan pembangunan infrastruktur ada ideologinya.

Apabila dilihat lebih mendalam, katanya, dari kebijakan pemerintah itu terkandung unsur-unsur Pancasila, yaitu peri kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan Indonesia.

“Setiap program yang diluncurkan ada rasa Pancasila. Membumikan Pancasila jauh lebih penting, jelas target utamanya, itu siapa? Kita bawa negara sebesar ini harus punya target ke depan, kita transfer nilai-nilai ini. Lihat struktur demografi kita itu siapa saja,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily