Buka 'Kemnaker Goes to Campus', Menaker: Mahasiswa Harus Miliki Kompetensi

Buka 'Kemnaker Goes to Campus', Menaker: Mahasiswa Harus Miliki Kompetensi
Menaker Ida Fauziyah ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Yustinus Paat / RSAT Jumat, 14 Februari 2020 | 05:29 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta para mahasiswa untuk memiliki kompetensi. Kompetensi tidak hanya oleh orang-orang yang sudah bekerja, melainkan juga kepada mahasiswa, sehingga ketika lulus kuliah, mahasiswa telah mempunyai kompetensi untuk terjun di dunia kerja.

Hal itu dikatakan Ida Fauziyah ketika membuka acara 'Kemnaker Goes to Campus' di Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). Kemnaker Goes to Campus, kata Ida, merupakan program yang dilakukan secara perdana di Unusia. Melalui program ini, pihaknya mengaku ingin memberikan kesempatan kepada para mahasiswa mengetahui tentang apa saja program yang ada di Kemnaker.

"Kemnaker Goes to Campus merupakan program yang dilakukan secara perdana di Unusia. Program ini mengajak kepada teman-teman me-link-an potensi teman-teman di pasar kerja," kata Ida.

Selain Menaker, acara ini dihadiri juga oleh Rektor Unusia H Mochammad Maksum Mahfoedz, dan Plt Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi.

Ida juga menyatakan bahwa program Kemnaker Goes to Campus ini untuk meningkatkan kompetensi. "Dalam konteks peningkatan kapasitas SDM, konsentrasi Kemnaker terletak pada upaya meningkatkan kompetensi dan produktivitas. Ketika dia selesai kuliah, maka mereka diterima di pasar kerja," ucapnya.

Lebih lanjut Ida mengatakan, dalam era revolusi industri 4.0, pelatihan vokasi diharuskan memenuhi kebutuhan pasar. Pasalnya, perubahan dunia kerja yang cepat ini akan banyak jenis pekerjaan yang hilang dan diganti dengan jenis pekerjaan baru.

"Kemnaker memiliki balai-balai latihan kerja dan program-program, seperti kartu pra kerja yang dikerjasamakan dengan pihak-pihak terkait. Program kartu pra kerja yang dirilis tahun 2020 ini merupakan  salah satu upaya kita untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja kita," ungkap Ida.

Sementara Plt Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi mengemukakan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2019 menunjukkan sebanyak 7,05 juta orang menganggur.

Menurut Aris, penyumbang angka 7,05 itu di antaranya berasal dari lulusan perguruan tinggi dan pendidikan vokasi seperti SMK. Atas dasar itu, Kemnaker perlu menyapa dan mengingatkan kampus-kampus, khususnya kampus yang usianya baru seperti Unusia agar memahami perubahan dunia kerja.

"Kami ingin bermain di hulu, mengajak, mengingatkan kepada penghasil-penghasil tenaga kerja terampil untuk paham dengan perubahan dunia kerja, digital disruption. Ada jabatan-jabatan lama yang hilang, tapi sunatullahnya hilang itu berganti dan tumbuh jabatan-jabatan baru," kata Aris Wahyudi.

 



Sumber: BeritaSatu.com