Gelar Doktor Honoris Causa untuk Puan, Rektor Undip: Bukan Main-main

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Puan, Rektor Undip: Bukan Main-main
Penganugerahan gelar kehormatan Doktor HC Undip kepada Ketua DPR Puan Maharani, Jumat (14/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Primus Dorimulu )
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 14 Februari 2020 | 05:50 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Penganugerahan gelar doktor honoris causa (HC) kepada Ketua DPR Puan Maharani oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), melalui proses panjang. Tujuannya agar Puan tepat menyandang gelar di bidang kebudayaan dan kebijakan pembangunan nasional.

"Penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada Ibu Puan satu hal yang bukan main-main. Sejak 63 tahun Undip berdiri baru ada 13 orang yang diberikan honoris causa, makanya prosesnya agak lama, terukur, kredibel, akurat," kata Rektor Undip Yos Johan Utama.

Hal itu disampaikan Yos dalam acara "Jamuan Makan Malam" dalam rangka pengukuhan gelar kehormatan doktor HC kepada Puan Maharani di Po Hotel Semarang, Jateng, Kamis (13/2/2020).

"Terbukti dari hasil review dilakukan oleh tim berlapis-lapis dari mulai tingkat fakultas ilmu budaya dan ilmu sosial ilmu politik. Jadi enggak main-main. Baru kali ini dalam sejarah Undip pengusulan gelar honoris causa oleh dua fakultas. Biasanya hanya satu fakultas," terang Yos.

Yos bersyukur tak ada satu pun senat akademik yang tidak setuju atas pemberian gelar tersebut. Mereka secara aklamasi setuju. Hal ini menandakan bahwa Puan Maharani memang memenuhi kriteria, kapasitas, dan kapabilitas, sebagai seorang doktor honoris causa. "Ini menjadi sejarah baru bagi Undip," kata Yos.

Di sisi lain, Yos menyatakan Undip akan terus berjuang untuk menjadi perguruan tinggi terbaik. Yos juga menegaskan komitmen Undip terhadap Pancasila. "Kami sudah ikrarkan Undip adalah benteng dan bantengnya Pancasila," pugkas Yos.



Sumber: BeritaSatu.com