Wamenag Ajak Umat Islam Kumandangkan Takbir di Rumah

Wamenag Ajak Umat Islam Kumandangkan Takbir di Rumah
Warga dengan suka ria menyalakan kembang api dan menabuh bedug, memeriahkan malam takbiran di sepanjang Jalan Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 14 Juni 2018 malam. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Maria Fatima Bona / WBP Jumat, 22 Mei 2020 | 11:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi malam Idulfitri 1441 H dengan mengumandangkan takbir, tahmid, dan tasbih sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada umat muslim melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Zainut menyebutkan, anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada perintah Allah SWT. Dalam hal ini, Zainut mengutip salah satu ayat surat QS Al-Baqarah 185. “Ayat ini menjelaskan, ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan, maka disyariatkan mengagungkan Allah dengan bertakbir. Atas dasar ayat tersebut, sebagian ulama membolehkan takbiran di masjid, musala dan tempat-tempat lainnya,” kata Zainut dalam siaran pers, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: 203 Desa di Kab Bogor Boleh Gelar Salat Id Berjamaah

Zainut menyebutkan, menggemakan takbir pada malam Idulfitri merupakan salah satu amalan istimewa sebagai penyempurnaan ibadah Ramadan. Hal ini tertuang pada hadits HR. Ibnu Majah yang berbunyi, "Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya Idulfitri dan Iduladha karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya, hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati.

Zainut menjelaskan, pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, musala atau berkeliling dengan kendaraan. Namun di saat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sebaiknya dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Kami menganjurkan untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya. Gema takbir di masjid, musala dan surau harus tetap dikumandangkan untuk menjaga syiar agama, tetapi hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang saja,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) ini juga mengingatkan kepada umat muslim untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah sebelum salat Idulfitri. Pasalnya, zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap muslim, yang bertujuan menyucikan jiwa dan bentuk kepedulian berbagi terhadap sesama manusia.

“Sekali lagi kami mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan salat Id di rumah masing-masing bersama keluarga, demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com