Mahasiswa UGM Laksanakan KKN Daring

Mahasiswa UGM Laksanakan KKN Daring
Mahasiswa UGM yang KKN di Kalimantan Barat. (Foto: Istimewa)
Fuska Sani Evani / JAS Selasa, 30 Juni 2020 | 20:07 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kulian Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dilaksanakan secara daring berdasarkan Keputusan Rektor UGM No. 96/UN1.P/KPT/HUKOR/2020 tentang Penyelenggaraan KKN-PPM UGM 2020.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani dalam keterangannya menyatakan, mahasiswa tidak turun langsung ke lapangan tetapi menjalankan kegiatan KKN-nya secara daring atau online dari lokasi masing-masing.

Dikatakan, pelaksanaan KKN daring di saat pandemi Covid-19 adalah untuk melindungi masyarakat dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN, baik mahasiswa, dosen pembimbing, koordinator wilayah, dan masyarakat di lokasi KKN.

Meskipun berbeda dari KKN yang pernah ada, KKN daring tetap dilakukan secara berkelompok, dalam jangka waktu kurang lebih hampir dua bulan dan dalam periode ini, KKN daring dilaksanakan pada 29 Juni-18 Agustus 2020.

Dikatakan, output KKN daring tetap sesuai kebutuhan daerah, salah satunya video pembelajaran untuk sosialisasi ke masyarakat, juga dokumen perencanaan.

Dalam salah satu contoh laporan hasil KKN Daring yang ada di laman resmi UGM, program yang dijalankan antara lain distribusi bantuan alat pelindung diri mulai dari masker, hand sanitizer, termasuk menginisiasi produksi mandiri face shield (pelindung wajah) dengan alat cetak 3D.

Dikatakan, pada Senin (29/6/2020), UGM telah melepaskan 4.504 mahasiswa yang akan disebar ke 178 lokasi di 27 provinsi di seluruh Indonesia dalam masa KKN Daring Periode 2 Tahun 2020.

Acara pelepasan yang juga diselenggarakan secara daring itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Sementara Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan program KKN merupakan kegiatan proses pembelajaran di kampus dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menumbuhkan empati dan kepedulian mahasiwa pada permasalahan riil masyarakat.

Namun di tengah masa pandemi Covid-19, tidak memungkinkan interaksi mahasiswa dengan masyarakat sehingga dilakukan secara daring.

“Kita tidak ingin mahasiswa terlambat masa studinya apalagi KKN sebagai mata kuliah wajib yang harus terus terselenggara dan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan mahasiswa dan masyarakat,” katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com