Kadin: Link and Match Vokasi Butuh Penguatan Ekosistem

Kadin: Link and Match Vokasi Butuh Penguatan Ekosistem
Sebanyak 759 pelajar dari 34 provinsi Indonesia, ikut serta dalam Lomba Kompetensi Siswa SMK Nasional 2019 pada 7-13 Juli 2019 di Yogyakarta. Sebanyak 32 jenis lomba dipertandingkan untuk mengukur kompetensi siswa sebelum nantinya memasuki jenjang dunia kerja. (Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani)
Maria Fatima Bona / IDS Selasa, 30 Juni 2020 | 20:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komite Tetap Pelatihan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Miftahudin mengatakan, penguatan ekosistem menjadi salah satu keberhasilan dari program link and match atau "pernikahan massal" antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menurut Miftah, setiap sektor industri sendiri memiliki ritme yang berbeda-beda sehingga laju perubahan setiap industri tidak sama.

"Maka dari itu, dalam penyiapan SDM perlu juga untuk menguatkan ekosistem pendukungnya. Ekosistem ini ada dalam bentuk lembaga dan cara kerja. Diharapkan dengan ekosistem yang kondusif, mampu menjawab tantangan di dunia kerja," kata Miftah pada talkshow peluncuran Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK dan Bantuan Pemerintah Bidang Kemitraan dan Penyelarasan dengan DUDI, Selasa (30/6/2020).

Miftah menyebutkan, saat ini industri membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk belajar atau ability to learn. Artinya, para lulusan SMK dituntut untuk bisa beradaptasi dari satu keahlian ke keahlian lainnya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kemdikbud, Ahmad Saufi menambahkan, pihaknya telah membentuk Forum Pengarah Vokasi (FPV) sebagai komitmen untuk membangun ekosistem kemitraan yang baik antara pendidikan vokasi dengan DUDI.

"Fungsi untuk membangun ekosistem ini sudah ada di Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI. Kita harus membangun kerja sama yang berbasis simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Namun selain menguatkan kemitraan ini, saya juga ingin berpesan kepada para siswa agar mau belajar berbagai jenis skill, termasuk bahasa dan menambah pengalaman melalui kegiatan yang bermanfaat," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com