Juliana Hartono, Pendiri Gado-gado Boplo yang Melegenda
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Juliana Hartono, Pendiri Gado-gado Boplo yang Melegenda

Minggu, 2 Oktober 2011 | 22:35 WIB
Oleh : B1

Ingin mengharumkan nama bangsa lewat gado-gado racikannya.

Berawal dari sebuah gang sempit di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, usaha makanan tradisional Gado-Gado Boplo yang dirintis Juliana Hartono sejak tahun 70-an, kini telah berkembang pesat menjadi sebuah Restaurant gado-gado terkenal yang melegenda. Bahkan gado-gado racikannya itu menjadi favorit para pejabat dan selebritis.

"Saya mengawali usaha ini dari rumah yang terletak di sebuah gang sempit di Kebon Sirih. Modalnya sekitar Rp500 dengan harga per porsi Rp25,-. Waktu itu yang beli gado-gado saya kebanyakan tetangga sekitar rumah," jelasnya kepada beritasatu.

Sejak remaja Juliana memang hobi memasak. Inilah yang mendorongnya membuka usaha makanan demi menghidupi dua buah hatinya, Calvin Hartono dan Vera Hartono. "Sejak suami meninggal, saya menjadi tulang punggung keluarga. Makanya saya menjalani usaha ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," akunya mengenang masa lalu.

Gado-gado dipilih Juliana karena pengolahannya yang cukup mudah.Kepiawaiannya dalam meracik bumbu gado-gado disambut positif dari tetangga sekitar. Mereka amat menyukai rasa gado-gadonya yang lezat itu.

Ide Kacang Mete dari Konsumen

Alhasil rumahnya selalu ramai dikunjungi konsumen. Terlebih setelah Juliana menggunakan kacang mete sebagai bahan utama bumbu gado-gado. Usahanya semakin laris manis.

"Saya terinspirasi dari konsumen yang suatu hari membawa segenggam kacang mete. Dia minta dibuatkan gado-gado, tapi menggunakan kacang yang dibawanya itu. Ternyata rasanya lebih gurih dan lezat," jelas Juliana membeberkan resep andalannya itu. Sejak itulah gado-gado buatannya menggunakan kacang mete.

Lantaran usahanya terus berkembang, tahun 1980 Juliana pindah lokasi usahanya itu di garasi rumah milik seorang kerabat di daerah Wahid Hasyim, Jakarta. Di daerah tersebut terdapat sebuah pasar tradisional bernama Pasar Boplo. Dari situlah nama Boplo akhirnya dipakai sebagai brand restaurant gado-gadonya dan kini telah dipatenkan.

Berkat kerja keras perempuan kelahiran Jakarta, 7 Juli 1944 ini, usaha gado-gadonya terus berkembang pesat. Juliana semakin bersemangat untuk mengembangkan usahanya itu. Tak hanya gado-gado, tapi juga menyajikan makanan tradisional lainnya seperti, soto betawi dan nasi rames. "Waktu itu saya sudah punya karyawan sekitar 5 orang. Saya bahagia sekali usaha ini terus berkembang," ujarnya bangga.

Berkat kegigihannya itulah Juliana dibantu putra sulungnya, Calvin, akhirnya berhasil membuka cabang di beberapa food court di Jakarta. Alhasil di tahun 2004 perempuan murah senyum ini berhasil mendirikan Restoran Gado-gado Boplo pertamanya di Jalan Barito, kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sejak itulah Gado-Gado Boplo bertransformasi menjadi sebuah restoran modern, dengan tempat dan fasilitas yang nyaman, tapi tetap mengandalkan menu utama gado-gado. "Meski menu yang saya sajikan sudah beragam, tapi Gado-gado Boplo tetap menjadi menu andalan," tambah Juliana.

Sejak berkembang menjadi resto modern, usaha Juliana terus berkembang pesat. Bahkan kini Gado-gado Boplo telah memiliki 9 cabang. "Mau 10 cabang karena tahun ini Gado-gado Boplo buka cabang di Thamrin City. Doakan saja semoga berjalan lancar," jelasnya yang kini mempunyai sekitar 370 karyawan itu.

Meski demikian diakui Juliana usahanya itu tak selalu berjalan mulus. Pasang surut pernah dialaminya sebagai pengalaman berharga demi kemajuan usahanya. Ia mengaku pernah mengalami jatuh bangun karena berbagai penyebab. Misalnya sumber daya manusia yang belum memadai, perselisihan dengan investor, dan masih banyak lagi.

Ingin go Internasional

Namun semua kendala itu tak membuatnya putus asa. Juliana justru mengambil hikmah dari semua ujian tersebut untuk introspeksi diri demi kemajuan usahanya. "Saya juga pernah mendapat serangan isu menggunakan minyak babi hingga sempat membuat heboh. Syukurlah semua itu tidak berhasil menghentikan usaha saya, karena saya selalu menjunjung tinggi kejujuran, integritas dan kepercayaan," tandasnya yang pernah menyabet Indonesian Creative and Inovative Award, kategori makanan di tahun 2006 itu.

Dengan prinsip usaha itulah ia mampu bertahan dan eksis di usaha makanan meski kompetisi di bidang usaha tersebut semakin ketat. "Secara berkala saya melakukan survey kecil-kecilan untuk mengetahui selera konsumen dan selalu bereksperimen dengan menu-menu baru. Inovasi di berbagai hal juga selalu dilakukan demi kepuasan konsumen," jelasnya membeberkan kunci suksesnya.

Inovasi, lanjut Juliana, tak hanya dilakukan pada menu-menu yang disajikan, tapi juga fasilitas, strategi promosi dan peningkatan kualitas SDM. "Misalnya kami memberikan free desert pada hari-hari tertentu, paket murah, adanya live music dan masih banyak lagi program lainnya demi kepuasan konsumen," jelasnya.

Tim kerja yang solid juga amat penting bagi kemajuan usaha Juliana. "Gado-gado Boplo bisa berkembang pesat juga berkat kerja keras karyawan. Jadi, kami bersama-sama membesarkan usaha ini dengan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing," terangnya yang kini merambah pula ke outside catering.

Ke depannya Gado-Gado Boplo, lanjut Juliana, berencana mengepakkan sayapnya untuk go internasional. "Sebenarnya sekarang pun yang mengajak kerjasama untuk membuka resto di beberapa negara tetangga sudah banyak, tapi saya harus tetap mempertimbangkan matang-matang. Saya nggak mau mudah tergiur dengan tawaran-tawaran itu," tandasnya.

Bagi Juliana calon investor yang mengajaknya kerjasama harus memiliki visi dan misi yang sejalan dengan prinsip usahanya. "Visi dan misi saya adalah ingin menjadikan masakan tradisional menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan mampu mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Jadi kalau melenceng dari prinsip itu saya menolak bekerjasama," pungkasnya.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS