/ AB Rabu, 11 Juli 2018 | 11:22 WIB
Tommy Welly
Pengamat Sepakbola

Prediksi : Kroasia 1-1 Inggris

Apa pun bisa terjadi di Rusia 2018. Tim yang memiliki keunggulan materi pemain hebat dan bintang tak selamanya bakal mulus jika pelatihnya miskin strategi. Cara main Kroasia lebih mengundang selera. Namun, Inggris hanya butuh bola mati untuk menciptakan gol.

Inggris sudah ke semifinal Piala Dunia saat negeri Kroasia belum lahir. Inggris kala itu takluk oleh Jerman Barat di semifinal. Inggris bahkan sudah melahirkan pencetak gol terbanyak Piala Dunia ketika Gary Lineker mencetak enam gol di Meksiko 1986.

Kroasia saat itu masih berstatus cikal bakal. Robert Prosinecki, Zvonimir Boban, Robert Jarni, dan Davor Suker masih mengenakan kostum Yugoslavia. Kroasia lahir dan berdiri setahun setelah semifinal terakhir Inggris di ajang Piala Dunia 1990. Setelah itu Kroasia berkibar di Prancis 1998 dengan lolos ke semifinal. Salah satu bintangnya adalah Davor Suker yang menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1998 dengan enam gol.

Kini Davor Suker adalah orang nomor satu di sepak bola Kroasia. Dia adalah presiden Federasi Sepak Bola Kroasia. Sebagai sosok yang paham betul sepak bola, Suker mengerti tekanan dan harapan tinggi yang diemban Luka Modric dkk saat ini. Maka, sebuah jamuan makan malam spesial dengan menu sea food istimewa disiapkan Suker bagi squad Zlatko Dalic, jelang pertandingan besar menghadapi Inggris, di Luzhniki Moskwa, Kamis (12/7) dini hari WIB.

“Pemain membutuhkan suasana rileks sekaligus tetap menjaga kebersamaan lewat jamuan makan malam ini,” ucap Suker yang mengakui dirinya mengharapkan berjumpa Inggris sejak awal, tetapi mengakui kini Three Lions berkembang menjadi tim yang jauh lebih kuat.

“Inggris terlihat sebagai sebuah tim saat ini,” kata sang kapten Luka Modric.

Kroasia Terkuras
Secara teori, Kroasia dan Inggris memiliki peluang yang sama untuk lolos ke final. Tidak ada momentum yang lebih baik bagi keduanya kecuali saat ini. Akan menjadi sejarah besar bagi Kroasia jika berhasil ke final untuk pertama kalinya, sementara bagi Inggris, final merupakan penantian panjang setelah 52 tahun. Akankah generasi Harry Kane menyamai legenda Bobby Moore 1966?

Performa Inggris memang meningkat sejak babak knock-out. Mengalahkan Kolombia lewat adu penalti di 16 besar dan menang 2-0 atas Swedia di perempat final, jelas dorongan besar bagi squad muda Three Lions. Harry Kane untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini dengan enam gol dan jelas tidak mudah menghentikan Kane. Raheem Streling jelas berbahaya karena dia cepat dan padu dengan Harry Kane. 

Sebaliknya, Kroasia yang mengesankan di penyisihan grup seolah macet di fase knock-out. Denmark dan Rusia harus dilalui Kroasia melalui extra-time dan adu penalti. Melewati 120 menit plus ketegangan adu penalti berturut-turut, energi Vatreni jelas lebih terkuras dibandingkan Inggris.

Kroasia juga agak kurang diuntungkan dengan situasi yang hampir membuat Domagoj Vida terancam sanksi disiplin FIFA. Bek tengah Kroasia ini kedapatan mengunggah cuplikan video yang mendedikasi kemenangan Kroasia atas Rusia untuk Ukraina. Vida yang mencetak gol di extra-time dan sukses mengeksekusi penalti, mengucapkan kalimat ”Glory to Ukraine” dalam video yang diunggah mantan pemain timnas Kroasia, Ognjen Vukojevic. Kebetulan keduanya memang pernah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Dinamo Kiev, Ukraina. Beruntung situasi ini akhirnya tuntas, ketika FIFA menyatakan Vida masih diperbolehkan untuk tampil di semifinal.

Dalic Mirip Blazevic 1998
Keunggulan Vatreni dibandingkan Three Lions sebenarnya pada aspek pengalaman. Mayoritas pemain Kroasia memiliki level tertinggi dalam hal pengalaman bermain di klub-klub elite Eropa. Bayangkan saja, di squad Kroasia ada sembilan trofi Liga Champions yang telah dimenangkan dalam diri Luka Modric, Ivan Rakitic, Mateo Kovacic, dan Mario Mandzukic. Mereka juga merupakan kelompok pemain yang telah bermain bersama di timnas selama satu dekade terakhir. Dengan kata lain, Rusia 2018 ini menjadi kesempatan terakhir bagi generasi Modric dkk untuk mencetak sejarah emas.

Mengingat Rusia 2018 ini tidak menomorsatukan pemain bintang, atau bakat hebat, melainkan kekuatan tim atau kolektivitas serta strategi tim yang menjadi utama, maka peran pelatih menjadi sangat sentral.

Karier Zlatko Dalic mungkin tidak gemerlap. Ia hanya sukses menangani klub UEA Al-Ain, tetapi Dalic-lah yang menolong Kroasia lolos ke Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Yunani di pertandingan play-off.

“Kroasia adalah kumpulan pemain yang bersahabat baik di luar lapangan. Tetapi yang paling utama, mereka memercayai pelatihnya. Dalic tahu betul bagaimana harus berbicara dengan pemain. Dia tahu DNA para pemainnya,” ungkap editor senior surat kabar Vecernji, Tomislav Dasovic.

Surat kabar terkemuka Kroasia, Sportske Novosti menggambarkan sosok Zlatko Dalic sebagai sosok paling populer di Kroasia saat ini. Kesederhanaan Dalic dan juga ketenangan karena jarang mengumbar omongan yang tidak perlu, membuat Dalic disukai publik Kroasia. Tangan dingin Dalic sejauh ini pula yang membuat Kroasia yakin, prestasi pendahulunya di Prancis 1998 bisa dilampaui generasi Modric. Kebetulan, baik Dalic maupun Miroslav Blazevic, pelatih Kroasia di Prancis 98, sama-sama kelahiran Bosnia. Kesamaan inilah yang dianggap sejarah bakal terulang dengan sendirinya.

Sementara Gareth Southgate telah menyulap Three Lions muda menjadi tim yang sangat piawai dalam memaksimalkan situasi bola mati. Delapan dari 11 gol Inggris di Rusia 2018 berasal dari set-pieces. Fakta ini menjadi ancaman bagi Kroasia, ketika Prancis pun lolos ke final berkat gol heading Samuel Umtiti yang berasal dari bola mati sepak pojok.

Namun, banyaknya gol dari bola mati juga mengindikasikan bahwa Inggris masih lemah dalam hal kreativitas serangan secara open play. Mereka sangat mengandalkan crossing yang mengindikasikan bahwa serangan Inggris sebenarnya lebih cenderung satu dimensi. Meski demikian, kelebihan Inggris kali ini adalah gaya bermainnya yang memiliki intensitas tinggi. High pressing yang sering membuat lawan kewalahan.