Soal Isu Kudeta, SBY Dianggap Tidak Fokus Urus Negara

Soal Isu Kudeta, SBY Dianggap Tidak Fokus Urus Negara
Presiden SBY ketika meninjau Jatinegara ( Foto: Suara Pembaruan )
Erwin C Sihombing / FER Minggu, 24 Maret 2013 | 16:56 WIB

Jakarta - Isu kudeta yang dilontarkan Presiden SBY selain menimbulkan kegaduhan politik, dianggap oleh Hendardi, Ketua SETARA Institute, sebagai tanda yang bersangkutan tidak lagi fokus mengurus negara.

"Kegaduhan politik dan potensi instabilitas sesungguhnya dipantik oleh Presiden SBY sendiri yang sudah tidak lagi fokus mengurus negara," kata Hendardi, di Jakarta, Minggu (25/3).

Hendardi berpandangan, sikap presiden yang mencari kambing hitam akan persoalan bangsa menandakan kalau pemerintahan semakin tidak solid.

"Alih-alih menyelesaikan persoalan mendasar kenegaraan dan kebangsaan, SBY lebih suka mencari kambing hitam tentang siapa musuh negara. Cara ini lebih mudah memupuk simpati dan dukungan publik atas pemerintahan yang semakin melemah dan tidak solid, dibanding mengatasi substansi persoalan," katanya.

Menurutnya, isu kudeta yang dilontarkan oleh kepala negara juga menandakan kalau otoritas negara semakin paradoks.

"Jadi, sebaiknya SBY fokus saja urus negara daripada terus memantik kegaduhan politik yang justru berimplikasi pada melemahnya kohesi sosial, destabilitas politik baru, dan guncangan ekonomi nasional. Sikap paranoid jelas tidak akan menyelesaikan masalah," ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan