Analogikan Pilpres dengan Perang Badar, Amien Rais Dianggap Seperti Teroris

Analogikan Pilpres dengan Perang Badar, Amien Rais Dianggap Seperti Teroris
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais. ( Foto: Antara/Adeng Bustomi / Adeng Bustomi )
Hotman Siregar / ED Minggu, 1 Juni 2014 | 21:45 WIB

JakartaKecaman terhadap Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyusul pernyataannya yang menganalogikan pertarungan Pilpres 2014 dengan Perang Badar, terus berlanjut. Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit, pernyataan Amien Rais tersebut menunjukkan pola pikir dan laku politiknya melebihi Abu Bakar Ba'asyir, pendiri Pondok Pesantren Ngruki, sosok yang kerap dikaitkan dengan aksi terorisme.

"Perang Badar itu kan agama. Kalau pilpres ini kan politik. Jadi, tidak tepat menganalogikannya. Kalau Amien Rais begitu, berarti ia sudah kayak teroris, mau mengkafirkan musuh politiknya. Kenapa enggak sekalian saja menghalalkan untuk dibunuhnya, seperti pola pikir yang dari Ngruki itu," kata Arbi Sanit, Minggu (1/6).

Arbi juga menilai dengan ucapannya itu Amien, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh reformasi, sudah menggadaikan integritasnya. Hal itu, kata Arbi, dapat dilihat dengan cara Amien yang seperti menghalalkan segala cara demi membela Hatta Rajasa dan Prabowo, hanya demi ambisinya merebut kekuasaan.

"Hanya demi membela Hatta, demi Prabowo, demi sepotong kekuasaan, Amien pertaruhkan agama dan demokrasi. Ini namanya, Amien sudah Machiavellist, semuanya dipertaruhkan demi kekuasaan," tegas Arbi.

Sebelumnya, pada Selasa (27/5) lalu, bertempat di Mesjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Amien mengatakan PAN akan menggunakan mental Perang Badar, bukan Perang Uhud, dalam menghadapi Pilpres. Amien berkilah Perang Uhud prajurit berperang demi harta rampasan perang. Sementara, dalam Perang Badar, prajurut membela kehormatan diri dan Tanah Air. Pernyataan inilah yang kemudian memicu kecaman dari berbagai pihak.

Sumber: Suara Pembaruan