Komunitas Nelayan Pantura Dukung Jokowi-JK

Komunitas Nelayan Pantura Dukung Jokowi-JK
Seorang nelayan mengisi BBM jenis solar ke dalam kapalnya. ( Foto: Antara/Oky Lukmansyah )
/ YUD Kamis, 12 Juni 2014 | 20:02 WIB

Cirebon - Komunitas nelayan di daerah Pantura Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, mendukung Jokowi-JK karena mereka yakin mampu membawa perubahan.

"Jokowi-JK jujur, bijaksana, dekat dengan rakyat, sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pantura Cirebon dan Indramayu," kata Dedy Aryanto sekertaris HSNI Jawa Barat di Indramayu, Kamis (12/6).

Ia mengatakan, selama ini nelayan tradisional cukup menderita dimana mereka harus berhenti melaut akibat cuaca buruk, selain itu kemampuan dan alat tangkap terbatas, hanya mengandalkan tangkapan, padahal potensi kelautan masih bisa digali.

Dikatakannya, nelayan yakin Jokowi-JK akan mampu menggali potensi kelautan Indonesia sehingga bisa mengangkat kesejahtrean mereka.
"Gagasan dan ide Jokowi-JK segaris dengan kehendak nelayan, mereka yakin akan membawa perubahan dengan menggali potensi kelautan Indonesia maksimal," Katanya.

Ia menuturkan, nelayan tradisional masih butuh perhatian dan pembinaan, selama ini mereka hidup miskin dengan penghasilan tidak menentu, karena sumber kelautan belum tergali padahal memiliki potensi tinggi.

Pihaknya yakin, Jokowi-JK akan mampu mengubah dan memberi dorongan kepada nelayan tradisional Indonesia, supaya hidup mereka sejahtera bisa memanfaatkan sumber kelautan nasional.

Ia menjelaskan, Jokowi-JK yakin mampu mengangkat kesejahteraan para nelayan, sehingga kesempatan memberikan dukungan menjadi presiden tepat untuk merubah nasib mereka. Dikatankannya, Gerakan Nasional Sahabat Jokowi-JK yang diusung oleh Partai PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Akan mampu meraih suara rakyat.

Sementara itu Parjo nelayan di Cirebon mengaku, hanya mengandalkan hasil tangkapan, sehingga kesejahteraanya terpuruk karena penghasilan sulit diandalkan, padahal jika nelayan mampu budidaya ikan di pesisir akan mampu bersaing.

Potensi laut masih terlantar, kata dia, akibat SDM nelayan rendah, mereka kekurangan modal dan pengalaman sehingga butuh bimbingan juga bantuan usaha mandiri, kini hanya mengandalkan tangkapan.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasang kandidat Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Jokowi-Jusuf Kalla yang didukung oleh lima partai yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI sedangkan Prabowo-Hatta didukung oleh enam partai yaitu Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS dan PBB.

Sumber: Antara