Gubernur Kalsel: Proses Pilpres Belum Selesai

Gubernur Kalsel: Proses Pilpres Belum Selesai
Presiden terpilih Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres terpilih Jusuf Kalla (tengah) menerima surat keputusan hasil rekapitulasi suara Pemilihan Umum Presiden 2014 dari Ketua KPU Husni Kamil Manik (kanan) di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (22/7). Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla memperoleh suara 70.997.833 (53,15 persen), Prabowo - Hatta 62.576.444 (46,85 persen) dari total suara sah sebesar 133.574.277. ( Foto: Suara Pembaruan/Ruht Semiono )
Sabtu, 26 Juli 2014 | 07:50 WIB

Banjarmasin - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengingatkan bahwa proses pemilihan presiden-wakil presiden yang pencoblosannya dilaksanakan 9 Juli 2014 belum selesai sebelum dilakukan pelantikan/pengukuhan.

"Walau Komisi Pemilihan Umum sudah menetapkan penghitungan perolehan suara dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden 22 Juli lalu, proses pilpres itu belum selesai," tandasnya, Sabtu (26/7).

"Proses pilpres selesai apabila sudah dilakukan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014 - 2019, yang dijadwalkan 20 Oktober mendatang," lanjutnya saat sahur bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kalsel.

Karenanya pembina politik di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut meminta semua pihak atau pemangku kepentingan bersama-sama menjaga agar Kalsel yang kini berpenduduk sekitar empat juta jiwa tetap kondusif.

Selain itu, masyarakat diminta agar arif dan bijaksana menerima keputusan akhir hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI untuk lima tahun ke depan.

Menurut Gubernur Kalsel yang sudah menjabat dua periode itu, peran pers atau media massa cukup penting untuk turut serta menciptakan agar daerah, negara dan bangsa ini tetap dalam keadaan kondusif.

"Oleh sebab itu, bagaimana cara membuat karya-karya jurnalistik agar tidak memunculkan opini yang bisa menimbulkan emosi warga, yang pada gilirannya dapat menyulut situasi tidak kondusif," lanjutnya.

Pada sahur bersama insan media itu, Rudy Ariffin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Kalsel tersebut juga menyatakan syukur karena dalam dua pesta demokrasi nasional daerahnya dalam keadaan kondusif.

"Untuk mewujudkan keadaan kondusif, tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Terlebih lagi kalangan pers yang senantiasa memberikan pembelajaran berpolitik yang baik dan sehat," kata Rudy.

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Fathurrahman mengatakan media massa atau insan pers berhadapan dengan tantangan yang cukup berat, baik dalam Pemilu Legislatif maupun saat Pilpres lalu.

"Namun semua itu menjadi pembelajaran dan koreksi bagi insan media, agar ke depan bisa lebih baik lagi. Apalagi Kalsel 2015 menghadapi pemilihan kepala daerah," lanjutnya.

"Kita berharap pada pemilihan kepala daerah nanti, pers di daerah ini agar tetap objektif dan turut menjaga daerah supaya tetap kondusif," kata Fathurrahman.

Sumber: Antara