Mendagri Soroti Minimnya Inovasi Daerah

Mendagri Soroti Minimnya Inovasi Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ( Foto: BeritaSatu TV )
/ WBP Sabtu, 7 Maret 2015 | 16:30 WIB

Surabaya - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti minimnya inovasi pemerintah di daerah sehingga menyebabkan kemerosotan dan kurangnya perhatian masyarakat luas.

"Inovasi ini menjadi masalah di daerah dan saya melihatnya kurang merata," ujarnya di sela pembukaan Forum Komunikasi Sinergitas Nasional yang diikuti Ketua DPRD Provinsi dan Ketua Komisi A se-Indonesia di Gedung DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura Surabaya, Sabtu (7/3).

Menurut dia, minimnya inovasi di daerah terlihat saat penghargaan dari pemerintah pusat maupun swasta diraih oleh daerah yang hampir sama.

Mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan tersebut mencontohkan Surabaya dan Banyuwangi yang berulang kali memperoleh penghargaan. Padahal Jatim memiliki 38 kabupaten/kota. "Tolong, kalau punya inovasi bergerak yang bagus. Sekecil apapun, seperti pengadaan air bersih, wisata maupun pelayanan publik," tuturnya.

Menurut dia, inovasi di daerah akan menggairahkan semua potensi, khususnya perekonomian di wilayah setempat yang diyakini memiliki nilai khusus dan berbeda dibandingkan daerah lainnya.

Menteri kelahiran Surakarta tersebut juga berharap ada inventarisasi kerajinan di daerah sebagai penyempurnaan database tingkat nasional yang sekarang belum terdata lengkap.

Untuk mendapat hati di masyarakat, kata dia, pemerintah daerah juga harus memanfaatkan potensi wisata termasuk memperbaiki fasilitas dan layanan wisata. Mendagri mengaku prihatin dengan kondisi pariwisata di sejumlah tempat yang semakin ditinggal pengunjung karena tidak puas dengan fasilitasnya.

"Salah satu contoh nyata di Danau Toba yang beberapa saat lalu saya ke sana. Waktu itu, saya bertemu dua turis Jepang yang mengakui Danau Toba sudah tidak seindah dulu, padahal dia dua tahun ke tempat itu. Saya yakin di lokasi wisata lain juga demikian maka harus ada pembenahan," ucapnya.

Pihaknya berharap penerbangan dari Sabang hingga Merauke diperbanyak sehingga destinasi wisata di Indonesia semakin besar.

Sumber: Antara