Mendagri: Pilkada Bisa Diundur Jika Ada Kerusuhan dan Bencana Alam

Mendagri: Pilkada Bisa Diundur Jika Ada Kerusuhan dan Bencana Alam
Ilustrasi pilkada. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / PCN Selasa, 7 Juli 2015 | 03:59 WIB

Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan Pilkada serentak dapat diundur jika terjadi kerusuhan atau bencana alam di daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, kata Tjahjo, telah memberikan informasi terkait daerah yang rawan konflik.

"Kapolri sudah merinci potensi konflik yang kemungkinan akan muncul dan soal bencana alam," Tjahjo saat rapat konsultasi antara DPR dengan KPU, Bawaslu, MK dan Kapolri, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7).

Soal bencana alam, kata Tjahjo, sulit diprediksi sehingga perlu diantisipasi sejumlah daerah yang rawan bencana alam. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada serentak bisa diundur jika daerah yang rawan ini terjadi kerusuhan atau bencana alam.

"Seandainya ada potensi kerusuhan atau bencana alam di daerah, tidak masalah jika diundur sehari," ungkap Tjahjo.